Panduan Pemupukan Lempuyang yang Tepat

Pemupukan lempuyang yang tepat meningkatkan produksi rimpang berkualitas, simak panduan lengkapnya.

Jawaban singkat

Lempuyang (Zingiber zerumbet) adalah tanaman rempah yang banyak dibudidayakan di Indonesia untuk rimpangnya yang berkhasiat obat. Agar produksi rimpang optimal, pemupukan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Secara umum, pemupukan lempuyang dilakukan tiga kali selama siklus tanam: saat tanam, saat tanaman berumur 2 bulan, dan saat 4 bulan setelah tanam. Dosis pupuk yang tepat bergantung pada kesuburan tanah, namun secara umum menggunakan pupuk organik dan anorganik dengan proporsi yang seimbang.

Ringkas: Lempuyang

Cahaya
Teduh sebagian (50% naungan)
Penyiraman
Siram setiap hari jika tidak hujan, jaga kelembaban
Musim
Sepanjang tahun, terbaik awal musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini toleran terhadap berbagai kondisi asal drainase baik.

Pemupukan pertama dilakukan saat penanaman (0 bulan). Gunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-15 ton per hektar sebagai pupuk dasar. Campurkan merata dengan tanah di lubang tanam atau bedengan. Selain itu, tambahkan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 200-300 kg per hektar untuk memenuhi kebutuhan hara awal. Lempuyang membutuhkan nitrogen tinggi pada fase vegetatif untuk pertumbuhan daun dan batang.

Pemupukan kedua diberikan saat tanaman berumur 2 bulan setelah tanam, yaitu pada fase vegetatif aktif. Berikan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 200-300 kg per hektar atau pupuk urea (100-150 kg/ha) untuk mendorong pertumbuhan daun. Jika menggunakan pupuk tunggal, pastikan ketersediaan fosfor dan kalium juga tercukupi. Pupuk diberikan dengan cara ditabur di sekitar tanaman lalu ditutup tipis dengan tanah atau disiram agar cepat larut.

Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 4 bulan, yaitu saat lempuyang mulai memasuki fase pembentukan rimpang. Kurangi dosis nitrogen dan tingkatkan kalium untuk merangsang pembesaran rimpang. Gunakan pupuk NPK dengan rasio lebih tinggi kalium, misalnya NPK (12-12-17) atau KNO3, dengan dosis 200-300 kg per hektar. Pemupukan ketiga ini sangat penting untuk meningkatkan bobot dan kualitas rimpang lempuyang.

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah sederhana atau konsultasi ke BPP untuk mengetahui kebutuhan hara lahan Anda.
  2. Siapkan pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 10-15 ton/ha dan pupuk NPK (15-15-15) 200-300 kg/ha untuk pemupukan dasar saat tanam.
  3. Berikan pemupukan susulan pertama saat tanaman berumur 2 bulan dengan pupuk NPK (15-15-15) 200-300 kg/ha atau urea 100-150 kg/ha.
  4. Berikan pemupukan susulan kedua saat tanaman berumur 4 bulan dengan pupuk NPK tinggi kalium (misal 12-12-17) 200-300 kg/ha atau KNO3 dosis sesuai anjuran.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk lempuyang?

Pemupukan dilakukan tiga kali: saat tanam, umur 2 bulan, dan umur 4 bulan. Hindari pemupukan saat hujan deras agar pupuk tidak tercuci.

Apakah lempuyang perlu pupuk organik?

Sangat perlu. Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) memperbaiki struktur tanah, menyediakan hara mikro, dan mendukung mikroorganisme tanah yang baik untuk pertumbuhan lempuyang.

Berapa dosis pupuk NPK untuk lempuyang per hektar?

Dosis umum 200-300 kg/ha setiap kali pemupukan, disesuaikan dengan kondisi tanah. Konsultasi dengan BPP setempat untuk dosis tepat.

Apa tanda kekurangan hara pada lempuyang?

Daun menguning (kekurangan nitrogen), pertumbuhan lambat (fosfor), atau tepi daun kering (kalium). Segera lakukan pemupukan sesuai gejala.

Bolehkah menggunakan pupuk daun untuk lempuyang?

Boleh, terutama pada fase vegetatif untuk tambahan hara mikro. Aplikasikan sesuai dosis anjuran pada label produk.

Apakah pemupukan lempuyang berbeda di musim hujan dan kemarau?

Di musim hujan, kurangi dosis pupuk nitrogen karena risiko pencucian tinggi. Di musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman setelah pemupukan.

Lebih lanjut tentang Lempuyang

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.