Cara Merawat Lempuyang Agar Subur

Lempuyang (Zingiber zerumbet) mudah dirawat asal Anda perhatikan drainase, naungan, dan pemupukan organik secara rutin.

Jawaban singkat

Lempuyang atau Zingiber zerumbet adalah tanaman rimpang yang cocok ditanam di pekarangan rumah. Tanaman ini menyukai tanah gembur, subur, dan drainase baik. Sebelum menanam, olah tanah sedalam 30-40 cm dan campur dengan pupuk kandang matang sebanyak 2-3 kg per meter persegi. Pastikan bedengan atau pot memiliki lubang drainase yang cukup agar rimpang tidak busuk.

Ringkas: Lempuyang

Cahaya
Teduh sebagian (50% naungan)
Penyiraman
Siram setiap hari jika tidak hujan, jaga kelembaban
Musim
Sepanjang tahun, terbaik awal musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini toleran terhadap berbagai kondisi asal drainase baik.

Penyiraman dilakukan 2-3 kali sehari saat musim kemarau (pagi dan sore), namun kurangi menjadi 1 kali sehari saat musim hujan. Lempuyang tidak tahan genangan, jadi jika hujan deras, pastikan air cepat mengalir. Mulsa jerami atau daun kering setebal 5-7 cm sangat dianjurkan untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan gulma.

Pemupukan susulan diberikan setiap 2-3 bulan sekali dengan pupuk organik cair (misalnya dari fermentasi urine sapi atau air cucian beras) atau pupuk kandang kering sebanyak 1-2 genggam per rumpun. Jika menggunakan pupuk NPK, gunakan dosis rendah (sekitar 5-10 gram per tanaman) dan jangan mengenai batang. Penyiangan gulma dilakukan sebulan sekali agar tidak bersaing nutrisi.

Lempuyang tumbuh optimal di tempat teduh hingga sinar matahari 50-70%. Jika ditanam di lahan terbuka, beri naungan paranet 50% atau tanam di bawah pohon pelindung. Panen rimpang dapat dilakukan setelah 8-12 bulan, ditandai dengan daun mulai menguning dan batang rebah. Simpan rimpang di tempat sejuk dan kering untuk bibit musim tanam berikutnya.

Langkah-langkah

  1. Siapkan lahan dengan menggemburkan tanah sedalam 30-40 cm, campur pupuk kandang 2-3 kg/m2, buat bedengan lebar 1 m dan tinggi 30 cm.
  2. Tanam rimpang bibit (bermata tunas 2-3) dengan jarak tanam 40x40 cm, kedalaman 5-10 cm, posisi tunas menghadap ke atas.
  3. Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) saat kemarau, 1 kali sehari saat hujan. Beri mulsa jerami setebal 5-7 cm setelah tanam.
  4. Pupuk susulan setiap 2-3 bulan dengan pupuk organik cair atau pupuk kandang 1-2 genggam per rumpun. Lakukan penyiangan sebulan sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama lempuyang bisa dipanen?

Rimpang lempuyang siap panen setelah 8-12 bulan, ditandai daun menguning dan batang mulai rebah.

Apakah lempuyang bisa ditanam di pot?

Bisa, gunakan pot berdiameter minimal 40 cm dengan tanah gembur dan drainase baik.

Kenapa daun lempuyang saya menguning?

Penyebabnya bisa karena overwatering (siram terlalu sering), kekurangan unsur hara (terutama nitrogen), atau serangan hama akar. Periksa drainase dan beri pupuk organik.

Bagaimana cara memperbanyak lempuyang?

Perbanyak dengan memisahkan rimpang yang memiliki minimal 2-3 mata tunas. Tanam langsung di media tanam.

Apakah lempuyang tahan hama?

Relatif tahan, namun bisa terserang ulat daun atau kutu akar. Gunakan pestisida nabati atau musuh alami seperti predator.

Kapan waktu tanam lempuyang yang baik?

Awal musim hujan (Oktober-Desember) atau awal kemarau (Maret-April) asal ada irigasi.

Lebih lanjut tentang Lempuyang

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.