Penyiraman dilakukan 2-3 kali sehari saat musim kemarau (pagi dan sore), namun kurangi menjadi 1 kali sehari saat musim hujan. Lempuyang tidak tahan genangan, jadi jika hujan deras, pastikan air cepat mengalir. Mulsa jerami atau daun kering setebal 5-7 cm sangat dianjurkan untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan gulma.
Pemupukan susulan diberikan setiap 2-3 bulan sekali dengan pupuk organik cair (misalnya dari fermentasi urine sapi atau air cucian beras) atau pupuk kandang kering sebanyak 1-2 genggam per rumpun. Jika menggunakan pupuk NPK, gunakan dosis rendah (sekitar 5-10 gram per tanaman) dan jangan mengenai batang. Penyiangan gulma dilakukan sebulan sekali agar tidak bersaing nutrisi.
Lempuyang tumbuh optimal di tempat teduh hingga sinar matahari 50-70%. Jika ditanam di lahan terbuka, beri naungan paranet 50% atau tanam di bawah pohon pelindung. Panen rimpang dapat dilakukan setelah 8-12 bulan, ditandai dengan daun mulai menguning dan batang rebah. Simpan rimpang di tempat sejuk dan kering untuk bibit musim tanam berikutnya.