Busuk rimpang disebabkan oleh jamur Pythium spp. atau Fusarium spp. Gejala awal berupa daun menguning dan layu, terutama pada musim hujan dengan drainase buruk. Rimpang akan berubah menjadi lunak, berair, dan berbau busuk. Untuk mencegah, pastikan lahan memiliki drainase baik, gunakan bedengan tinggi (20-30 cm), dan hindari penanaman di lahan bekas tanaman yang sama. Jika serangan sudah terjadi, segera cabut dan musnahkan tanaman sakit, lalu berikan kapur dolomit (100-200 g per lubang tanam) untuk memperbaiki pH tanah.
Bercak daun disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp. atau Phyllosticta spp. Gejalanya berupa bercak kecil berwarna coklat kehitaman pada daun, yang kemudian melebar dan menyebabkan daun kering. Penyakit ini sering muncul di musim hujan atau saat kelembaban tinggi. Pengendalian dilakukan dengan memangkas daun yang terserang, menjaga jarak tanam (40x40 cm) agar sirkulasi udara baik, dan menghindari penyiraman berlebihan. Jika perlu, gunakan fungisida nabati seperti ekstrak serai wangi (1 kg daun diblender dengan 5 L air, diamkan semalam, lalu saring dan semprotkan setiap 7 hari).
Layu bakteri disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Gejala khasnya adalah daun layu mendadak tanpa menguning, dan jika batang dipotong akan keluar lendir bakteri. Penyakit ini menular melalui tanah dan air. Tidak ada obat kimia yang efektif; tindakan terbaik adalah rotasi tanaman dengan palawija atau kacang-kacangan minimal 2 tahun, serta penggunaan bibit sehat bersertifikat. Jika ditemukan tanaman sakit, segera cabut dan bakar, lalu taburkan kapur pertanian (200 g/m2) pada lubang bekas tanaman.