Pada fase vegetatif (0-3 bulan setelah tanam), berikan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 200-300 kg/ha, diaplikasikan setiap 4 minggu sekali. Taburkan di sekeliling tanaman sejauh 10-15 cm dari batang, lalu siram. Jika tanah masam (pH < 6,0), tambahkan dolomit 1-2 ton/ha saat pengolahan tanah. Pemupukan N terlalu tinggi akan merangsang pertumbuhan daun tetapi menghambat pembentukan umbi.
Memasuki fase pembentukan umbi (4-8 bulan), kurangi pupuk N dan tingkatkan P dan K. Gunakan pupuk NPK 10-20-20 dengan dosis 150-200 kg/ha setiap 6 minggu. Alternatif, berikan KCl 100-150 kg/ha dan SP-36 200-300 kg/ha. Pada musim kemarau, pastikan tanaman mendapat air cukup (2-3 kali seminggu) agar umbi tidak mengeras. Mulsa jerami setebal 5-7 cm membantu menjaga kelembaban.
Panen akar manis dilakukan setelah 9-12 bulan, ditandai dengan daun mulai menguning. Hentikan pemupukan 1 bulan sebelum panen untuk meningkatkan kemanisan umbi. Setelah panen, berikan pupuk hijau (misal: legum) sebagai penutup tanah untuk memulihkan kesuburan. Rotasi tanaman dengan kacang-kacangan dianjurkan untuk mengurangi penumpukan patogen tanah.