Perbanyakan akar manis dilakukan dengan stek akar atau biji. Stek akar lebih umum: potong akar sepanjang 10-15 cm dengan 2-3 mata tunas, rendam dalam fungisida alami (misal larutan bawang putih) selama 15 menit. Tanam stek dengan posisi horizontal pada kedalaman 5-7 cm, jarak tanam 50x50 cm. Jika menggunakan biji, rendam dalam air hangat (50°C) selama 12 jam, semai di polybag, pindahkan ke lapangan setelah 2 bulan. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, 1 kali sehari saat hujan. Pupuk susulan NPK 15-15-15 diberikan 3 bulan sekali dosis 200-300 kg/ha, ditambah pupuk organik cair setiap 2 minggu.
Perawatan meliputi penyiangan gulma setiap 2 minggu, pembumbunan tanah setiap 3 bulan untuk merangsang pertumbuhan akar. Hama utama adalah ulat pemakan daun (Spodoptera litura) dan kutu daun (Aphis sp.). Pengendalian dengan insektisida nabati (ekstrak daun mimba) atau musuh alami seperti kumbang koksi. Penyakit yang sering muncul adalah busuk akar (Rhizoctonia solani) akibat drainase buruk. Cegah dengan tidak menanam di lahan bekas tanaman solanaceae, dan aplikasi Trichoderma sp. saat olah tanah. Penyiraman jangan berlebihan, terutama di musim hujan.
Panen akar manis dilakukan setelah 3-4 tahun tanam, saat akar sudah besar dan kandungan glycyrrhizin maksimal. Ciri siap panen: daun mulai menguning dan batang mengering. Gali akar dengan hati-hati menggunakan cangkul, jangan sampai rusak. Akar dibersihkan dari tanah, dipotong-potong 10-15 cm, lalu dijemur selama 3-5 hari hingga kadar air 10-12%. Simpan di tempat kering dan sejuk. Hasil panen rata-rata 5-10 ton akar kering per hektar. Harga jual akar manis kering di pasaran lokal sekitar Rp 50.000-100.000/kg tergantung kualitas.