Hama Akar Manis dan Cara Pengendaliannya

Akar manis rentan terhadap beberapa hama utama yang menyerang akar dan daun. Kenali ciri-cirinya dan kendalikan dengan cara alami.

Jawaban singkat

Akar manis (Glycyrrhiza glabra) adalah tanaman rempah yang dibudidayakan di Indonesia untuk diambil akarnya sebagai bahan baku obat dan perasa. Tanaman ini cukup adaptif di dataran rendah hingga tinggi, namun rentan terhadap serangan hama terutama pada musim kemarau. Hama yang paling sering menyerang adalah kutu daun, ulat grayak, dan nematoda akar. Pengendalian hama harus dilakukan secara tepat agar tidak merusak kualitas akar.

Ringkas: Akar Manis

Cahaya
Cahaya penuh, minimal 6 jam sinar matahari langsung per hari.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan. Jaga kelembaban tanah tidak tergenang.
Musim
Sepanjang tahun, hindari musim hujan lebat.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Tanaman ini membutuhkan kesabaran karena panen baru bisa dilakukan setelah 3-4 tahun.

Kutu daun (Aphis spp.) menyerang pucuk dan daun muda, menyebabkan daun menggulung dan menguning. Serangan berat menghambat pertumbuhan. Ciri khasnya adalah adanya koloni kutu berwarna hijau atau hitam di permukaan bawah daun, serta embun madu yang menarik semut. Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan air bertekanan untuk membilas kutu, atau menggunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba (1 kg daun direndam 10 liter air selama semalam, lalu disemprotkan setiap 3 hari sekali).

Ulat grayak (Spodoptera litura) memakan daun hingga tinggal tulang daun. Gejalanya berupa lubang tidak beraturan pada daun dan kotoran ulat berwarna hitam. Ulat aktif pada malam hari, bersembunyi di bawah daun atau di tanah pada siang hari. Kumpulkan telur dan ulat secara manual, pasang perangkap lampu UV untuk mengurangi populasi ngengat. Jika perlu, gunakan Bacillus thuringiensis (Bti) sesuai petunjuk label, atau ekstrak serai wangi (200 gram batang direbus dalam 2 liter air, dinginkan, semprotkan setiap 5 hari).

Nematoda akar (Meloidogyne spp.) menyebabkan bengkak (puru) pada akar, sehingga akar menjadi bercabang dan kerdil. Tanaman tampak layu meski tanah lembab, terutama pada siang hari. Untuk pencegahan, tanam akar manis setelah tanaman non-inang (misal jagung) selama 2 musim, beri pupuk kandang matang 10 ton/ha, dan tambahkan bakteri pengendali seperti Paecilomyces lilacinus. Cabut dan bakar tanaman terserang berat. Rotasi tanaman sangat penting karena nematoda bertahan di tanah.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kutu Daun

Ciri: Koloni kutu hijau/hitam di bawah daun, daun menggulung, embun madu, semut berkerumun.

Solusi: Semprot air bertekanan setiap pagi selama 3 hari; gunakan ekstrak daun mimba (1 kg/10 L air) semprot 3 hari sekali.

Ulat Grayak

Ciri: Daun berlubang tidak beraturan, kotoran ulat hitam, ulat aktif malam hari.

Solusi: Kumpulkan ulat dan telur manual; pasang perangkap lampu UV malam hari; semprot ekstrak serai wangi (200 g/2 L air) setiap 5 hari.

Nematoda Akar

Ciri: Akar bengkak (puru), tanaman layu siang hari meski tanah lembab, pertumbuhan kerdil.

Solusi: Rotasi dengan jagung 2 musim; beri pupuk kandang matang 10 ton/ha; aplikasi Paecilomyces lilacinus sesuai label; cabut dan bakar tanaman sakit.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan rutin setiap minggu pada bagian daun dan akar untuk mendeteksi gejala awal hama.
  2. Terapkan pengendalian mekanis seperti penyemprotan air bertekanan untuk kutu daun, atau pengumpulan ulat dan telur secara manual.
  3. Gunakan pestisida nabati seperti ekstrak mimba untuk kutu daun (1 kg daun/10 L air) atau ekstrak serai wangi untuk ulat (200 g/2 L air), semprot pada sore hari.
  4. Lakukan rotasi tanaman dengan tanaman non-inang (misal jagung atau padi) minimal 2 musim untuk mengurangi nematoda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa hama utama pada akar manis?

Hama utama adalah kutu daun, ulat grayak, dan nematoda akar. Kutu daun menyerang daun, ulat grayak memakan daun, dan nematoda menyerang akar.

Bagaimana cara mengendalikan kutu daun secara alami?

Semprot air bertekanan untuk membilas kutu, atau gunakan ekstrak daun mimba (1 kg daun direndam 10 liter air semalaman, semprot setiap 3 hari).

Apa yang menyebabkan tanaman akar manis layu meski tanah basah?

Kemungkinan besar nematoda akar. Periksa akar, bila ada bengkak (puru), segera lakukan rotasi tanaman dan cabut tanaman sakit.

Apakah ulat grayak bisa dikendalikan tanpa pestisida kimia?

Bisa. Kumpulkan ulat dan telur secara manual, pasang perangkap lampu UV pada malam hari, atau semprot ekstrak serai wangi (200 gram batang direbus 2 liter air).

Kapan waktu terbaik mengaplikasikan pestisida nabati?

Sore hari setelah pukul 16.00 untuk menghindari penguapan dan sengatan matahari. Ulangi setiap 3-5 hari tergantung serangan.

Bagaimana mencegah nematoda akar sebelum tanam?

Rotasi tanaman dengan non-inang (jagung, padi) minimal 2 musim, beri pupuk kandang matang 10 ton/ha, dan aplikasi bakteri Paecilomyces lilacinus sesuai petunjuk.

Lebih lanjut tentang Akar Manis

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.