Penyebab paling umum adalah overwatering atau drainase buruk. Akar manis tidak tahan genangan; jika tanah terlalu basah, akar membusuk dan daun menguning, sering disertai layu. Sebaliknya, kekeringan ekstrem juga bisa menyebabkan daun kuning kering dan menggulung. Periksa kelembaban tanah dengan jari: jika basah lebih dari 5 cm, kurangi penyiraman; jika kering, siram hingga air keluar lubang drainase.
Hama seperti kutu daun (Aphis sp.) dan tungau laba-laba juga bisa menyebabkan daun kuning. Kutu daun biasanya di pucuk dan daun muda, mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Tungau laba-laba menyebabkan bercak kuning kecil dan jaring halus di bawah daun. Semprot dengan air bertekanan atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba. Untuk tungau, tingkatkan kelembaban dengan menyemprot air di sekitar tanaman.
Kekurangan nutrisi, terutama nitrogen dan zat besi, juga bikin daun kuning. Daun tua kuning merata menandakan defisit nitrogen; beri pupuk kandang matang atau kompos 1-2 kg per tanaman setiap 3 bulan. Daun muda kuning dengan urat hijau menandakan klorosis besi; semprot kelat besi atau perbaiki pH tanah (idealnya 6,0-7,5). Jika sudah dicoba semua tetapi tetap kuning, bawa sampel tanah dan daun ke BPP setempat untuk analisis lebih lanjut.