Untuk merawat akar manis agar subur, pastikan tanah gembur, berdrainase baik, dan kaya bahan organik. pH tanah ideal 6,5–7,5. Siram secara teratur 2–3 kali sehari pada musim kemarau, dan cukup 1 kali sehari saat musim hujan (hindari genangan). Beri mulsa jerami atau daun kering setebal 5–7 cm untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Pemupukan dilakukan setiap 2 bulan dengan pupuk kandang matang 2–3 kg per meter persegi, ditambah pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 10–15 gram per tanaman.
Pemangkasan penting dilakukan untuk merangsang percabangan dan produksi akar. Pangkas ujung batang setinggi 10–15 cm saat tanaman mencapai tinggi 30 cm. Lakukan juga penjarangan buah/bunga jika tanaman terlalu lebat agar energi fokus ke akar. Penyiangan gulma dilakukan rutin setiap 2 minggu sekali, terutama di awal pertumbuhan. Tanaman akar manis mulai bisa dipanen setelah 2–3 tahun, saat akar sudah besar dan berwarna coklat tua.
Hama yang sering menyerang antara lain ulat daun (Spodoptera litura) dan kutu daun (Aphis gossypii). Untuk mengendalikannya, gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih seminggu sekali. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh setempat. Penyakit seperti busuk akar (Rhizoctonia solani) dapat dicegah dengan drainase baik dan rotasi tanaman. Pastikan tidak menanam akar manis di lahan bekas tanaman polong-polongan untuk menghindari penyakit tular tanah.