Busuk akar menyerang sistem perakaran, menyebabkan tanaman layu mendadak, daun menguning, dan akar membusuk berwarna cokelat kehitaman. Penyakit ini menyebar melalui tanah dan sisa tanaman sakit. Bercak daun ditandai bercak bulat kecil cokelat dengan tepi kuning pada daun, yang meluas dan menyebabkan daun rontok. Patogen bertahan pada sisa tanaman dan terbawa angin.
Pengendalian utama adalah kultur teknis: tanam di lahan dengan drainase baik, hindari genangan, dan lakukan rotasi tanaman dengan palawija (jagung, kacang-kacangan) selama 2-3 tahun. Gunakan bibit sehat dari sumber terpercaya. Pada musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman dan atur jarak tanam 40x60 cm untuk sirkulasi udara.
Untuk pengobatan, aplikasi fungisida nabati seperti ekstrak bawang putih (3-5 siung/liter air) atau ekstrak daun mimba (200 gram daun/liter) dapat disemprotkan setiap 7 hari pada gejala awal. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk rekomendasi fungisida kimia yang sesuai. Pemupukan berimbang dengan kompos (10-15 ton/ha) juga memperkuat ketahanan tanaman.