Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan gulma dan mencangkul tanah sedalam 20-30 cm. Beri pupuk kandang matang 2-3 kg/m² seminggu sebelum tanam. Benih adas dapat disemai langsung atau dipindah tanam. Rendam benih dalam air hangat (50°C) selama 10 menit untuk memecah dormansi, lalu semai di bedengan dengan jarak 40x50 cm. Tutup tipis dengan tanah dan siram setiap pagi. Kecambah muncul dalam 7-14 hari. Penjarangan dilakukan saat bibit berusia 3-4 minggu, sisakan 1 tanaman per lubang.
Perawatan rutin meliputi penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore) saat musim kemarau, dan 1 kali sehari saat musim hujan. Beri pupuk susulan NPK 16-16-16 sebanyak 5 gram per tanaman setiap 2 minggu mulai umur 4 minggu hingga 2 bulan sebelum panen. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu. Pengendalian hama seperti ulat dan kutu dilakukan dengan pestisida nabati (ekstrak daun mimba atau bawang putih) setiap minggu jika diperlukan. Pangkas daun bagian bawah yang menguning untuk sirkulasi udara.
Panen adas tergantung bagian yang digunakan. Daun adas dapat dipanen saat tanaman berumur 2-3 bulan dengan memotong tangkai daun bagian luar. Umbi adas dipanen setelah 3-4 bulan saat umbi membesar dan padat. Biji adas dipanen saat bunga berubah cokelat dan biji mengering, biasanya umur 4-5 bulan. Ciri panen daun: daun segar, tidak layu. Ciri panen umbi: diameter umbi 5-8 cm. Ciri panen biji: biji keras, warna cokelat kehitaman. Panen dilakukan pagi atau sore hari.