Ulat grayak menyerang daun dan pucuk adas, terutama pada tanaman muda. Ciri serangan: daun berlubang tidak beraturan, terdapat kotoran hitam, dan ulat bersembunyi di bawah daun atau sela-sela batang pada siang hari. Pengendalian: kumpulkan ulat secara manual (terutama pagi atau sore hari), semprot dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba (1 kg daun mimba direndam 10 liter air semalam, lalu disaring dan disemprotkan setiap 3-5 hari), atau gunakan Bacillus thuringiensis (Bti) sesuai dosis pada kemasan. Hindari penyemprotan kimia spektrum luas yang membunuh musuh alami seperti laba-laba dan kumbang predator.
Kutu daun menyerang pucuk dan tangkai bunga adas, mengisap cairan sehingga daun keriting dan layu. Ciri: terdapat koloni kutu berwarna hijau atau hitam di bagian pucuk, serta embun madu yang menarik semut dan menyebabkan jamur jelaga. Pengendalian: semprot dengan air sabun (5-10 ml sabun cair per liter air) setiap 3-4 hari, atau gunakan predator seperti kumbang Coccinella (kepik) yang bisa didapatkan dari BPP setempat. Untuk serangan berat, gunakan pestisida nabati dari bawang putih (5 siung dihaluskan, rendam dalam 1 liter air selama 24 jam, lalu semprotkan).
Tungau merah menyerang daun adas pada musim kemarau, ditandai dengan bercak kuning atau perak pada permukaan daun, dan jaring halus di bawah daun. Pengendalian: tingkatkan kelembaban dengan penyiraman rutin (pagi dan sore), semprot dengan air bertekanan tinggi untuk membuang tungau, atau gunakan predator seperti Phytoseiulus persimilis. Jika terpaksa menggunakan akarisida, pilih yang selektif dan konsultasikan dengan penyuluh setempat. Lakukan rotasi tanaman dengan non-Apiaceae (misal jagung atau kacang-kacangan) untuk memutus siklus hama.