Penyebab paling umum adalah kekurangan nitrogen, terutama pada tanah berpasir atau lahan yang sudah lama ditanami tanpa pemupukan. Ciri khasnya: daun tua menguning merata, dimulai dari ujung, dan pertumbuhan tanaman kerdil. Solusinya adalah memberikan pupuk organik kaya nitrogen seperti pupuk kandang atau kompos dengan dosis sesuai kebutuhan, atau pupuk urea sesuai rekomendasi setempat.
Penyebab kedua adalah serangan kutu daun (Aphids) atau tungau. Kutu daun biasanya di permukaan bawah daun, meninggalkan embun madu dan jelaga. Tungau menyebabkan bercak kuning kecil dan anyaman halus. Kendalikan dengan menyemprot air bertekanan atau insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba. Konsultasikan dengan penyuluh untuk pestisida kimia jika serangan parah.
Penyebab ketiga adalah cekaman air, baik kelebihan maupun kekurangan. Kelebihan air menyebabkan daun menguning dan layu, akar membusuk. Kekurangan air membuat daun menguning kering di tepi. Atur drainase dan jadwal penyiraman: siram 2-3 hari sekali saat kemarau, kurangi saat hujan. Pastikan media tanam tidak tergenang.