Persiapan lahan: gemburkan tanah sedalam 30 cm, buat bedengan lebar 1 m, tinggi 30 cm, dan parit selebar 40 cm. Campurkan pupuk kandang matang 10-15 ton/ha (setara 1-1,5 kg/m²) seminggu sebelum tanam. Untuk pekarangan, gunakan polybag berdiameter 40 cm dengan media campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi (2:1:1). Bibit berupa rimpang tua yang sudah bertunas 2-3 mata, potong seukuran 30-50 gram, lalu jemur 1-2 jam sebelum tanam.
Penanaman: tanam bibit dengan tunas menghadap ke atas, kedalaman 5-7 cm, jarak tanam 60x60 cm atau 40x50 cm untuk lahan sempit. Satu lubang tanam satu bibit. Setelah tanam, siram secukupnya. Perawatan meliputi penyiraman 2-3 kali seminggu (lebih sering saat kemarau), penyiangan gulma setiap 2-3 minggu, dan pembumbunan (menimbun pangkal batang) setiap 2 bulan. Pemupukan susulan dengan pupuk NPK 15-15-15 dosis 300 kg/ha (30 g/tanaman) diberikan saat tanaman berumur 1, 3, dan 5 bulan.
Panen rimpang temu hitam dimulai saat tanaman berumur 7-9 bulan, ditandai dengan daun mulai menguning dan batang mengering. Cara panen: gali rimpang hati-hati menggunakan garpu atau cangkul, jangan sampai rusak. Bersihkan dari tanah, potong sisa batang, lalu sortir rimpang yang sehat. Rimpang segar bisa langsung dijual atau diolah. Untuk bibit, simpan rimpang di tempat teduh dan kering. Produktivitas rata-rata 10-15 ton rimpang segar per hektar.