Penyakit pertama adalah layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Gejala awalnya adalah daun menguning dan layu mendadak pada siang hari, kemudian pulih di sore hari. Jika batang dipotong, akan keluar lendir bakteri berwarna putih susu. Penyakit ini menular melalui tanah dan air. Pengendalian dilakukan dengan rotasi tanaman (tanam non-Solanaceae minimal 2 tahun), menggunakan bibit sehat, dan memperbaiki drainase. Untuk tanaman yang sudah terinfeksi, segera cabut dan bakar, serta beri kapur dolomit pada lubang tanam.
Penyakit kedua adalah busuk rimpang yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum atau Pythium sp. Gejalanya berupa daun menguning dan mengering dari ujung, rimpang membusuk berair dan berbau asam. Serangan sering terjadi di musim hujan pada lahan yang tergenang. Pengendaliannya dengan menanam di bedengan tinggi, tidak menanam terlalu rapat (jarak tanam 40x40 cm), dan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb atau metalaksil sesuai label. Jika ada tanaman sakit, segera musnahkan dan beri kapur pertanian 2-3 ton/ha.
Penyakit ketiga adalah bercak daun yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. atau Cercospora sp. Gejalanya bercak bulat berwarna coklat kehitaman dengan tepi kuning pada permukaan daun. Bercak bisa menyatu dan menyebabkan daun mengering. Penyakit ini meningkat di musim hujan dengan kelembaban tinggi. Pengendaliannya dengan memangkas daun yang sakit, menjaga kebersihan lahan, dan menyemprot fungisida berbahan aktif mankozeb atau klorotalonil sesuai dosis anjuran. Lakukan penyemprotan setiap 7-10 hari saat gejala muncul.