Penggerek rimpang (Dichocrocis punctiferalis) adalah hama paling merusak. Larvanya menggerek rimpang dan batang, menyebabkan daun menguning, layu, dan tanaman mati. Ciri serangan: lubang gerekan pada rimpang dan batang serta adanya serbuk gerek. Pengendalian: pilih bibit rimpang sehat, lakukan rotasi tanaman dengan palawija (jagung, kacang-kacangan) selama minimal 2 musim, dan tanam tanaman perangkap seperti serai wangi di sekeliling lahan.
Ulat daun (Spodoptera litura) dan kutu daun (Aphis gossypii) juga sering menyerang. Ulat daun memakan daun sehingga daun berlubang dan pertumbuhan terhambat. Kutu daun menghisap cairan daun, menyebabkan daun keriting dan menjadi media embun jelaga. Pengendalian: semprot dengan larutan bawang putih (5 siung per liter air) atau ekstrak daun nimba (200 gram daun per liter air) setiap 5-7 hari sekali. Untuk kutu daun, semprot dengan air sabun (1 sendok makan sabun cair per liter air).
Nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) menyerang perakaran, menyebabkan bengkak pada akar (puru), daun menguning, dan tanaman kerdil. Ciri: akar berbintil-bintil dan tanaman mudah rebah. Pengendalian: perbaiki drainase, tambahkan pupuk kandang matang (2-3 kg per meter persegi) untuk memperbaiki struktur tanah, dan lakukan solarisasi tanah pada musim kemarau dengan menutup lahan dengan plastik transparan selama 4-6 minggu.