Panduan Merawat Temu Hitam Agar Subur

Temu hitam mudah dirawat asal Anda perhatikan naungan, drainase, dan pemupukan rutin.

Jawaban singkat

Temu hitam (Curcuma aeruginosa) tumbuh optimal di tanah gembur, subur, dan berdrainase baik. pH tanah ideal antara 5,5–6,5. Sebelum tanam, olah tanah sedalam 30 cm dan campurkan pupuk kandang matang 10–15 ton per hektar (sekitar 1–1,5 kg per meter persegi). Di pekarangan, gunakan bedengan lebar 1 m, tinggi 30 cm untuk menghindari genangan saat musim hujan. Tanam rimpang pada awal musim hujan (Oktober–November) atau sepanjang tahun jika irigasi tersedia, dengan jarak tanam 40×50 cm.

Ringkas: Temu Hitam

Cahaya
Naungan 30-50% (tidak langsung terik)
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu, jangan sampai tergenang
Musim
Tanam awal musim hujan, bisa sepanjang tahun dengan irigasi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini toleran terhadap naungan dan cocok ditanam di sela pohon.

Penyiraman dilakukan 2–3 hari sekali di musim kemarau, namun dikurangi saat hujan. Mulsa jerami atau alang-alang setebal 5–7 cm sangat dianjurkan untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Beri naungan paranet 50% atau tanam di bawah pohon pelindung seperti lamtoro atau pisang, karena temu hitam membutuhkan intensitas cahaya 50–70%. Tanpa naungan, daun menguning dan rimpang kecil.

Pemupukan susulan diberikan setiap 1–2 bulan. Pupuk organik cair (urin sapi yang difermentasi 7 hari, diencerkan 1:10) dikocor 500 ml per tanaman. Bisa juga pupuk NPK 16-16-16 dosis 5 gram per tanaman, dilarutkan dalam 1 liter air, dikocor setiap 2 bulan. Penyiangan gulma dilakukan manual setiap 2–3 minggu. Pembumbunan (menimbun pangkal batang) dilakukan setiap 2 bulan untuk merangsang pertumbuhan rimpang.

Panen rimpang dapat dimulai setelah 8–10 bulan, ditandai daun menguning dan batang rebah. Ciri rimpang siap panen: kulit coklat tua, daging jingga tua, aroma tajam. Gali hati-hati, jangan sampai rimpang terluka. Hasil panen bisa mencapai 15–20 ton per hektar. Rimpang segar bisa disimpan di tempat teduh selama 2–3 minggu, atau diolah menjadi simplisia dengan pengeringan suhu 40–50°C.

Langkah-langkah

  1. Siapkan bedengan dengan tanah gembur, campur pupuk kandang 1–1,5 kg per m², dan pastikan drainase baik.
  2. Tanam rimpang sedalam 5–7 cm dengan mata tunas menghadap ke atas, jarak 40×50 cm. Siram secukupnya.
  3. Pasang naungan paranet 50% atau tanam di bawah pohon pelindung agar intensitas cahaya 50–70%.
  4. Siram 2–3 hari sekali di musim kemarau, kurangi saat hujan. Beri mulsa jerami setebal 5–7 cm.
  5. Pupuk susulan setiap 1–2 bulan dengan pupuk organik cair atau NPK 16-16-16 5 g/tanaman.
  6. Lakukan penyiangan setiap 2–3 minggu dan pembumbunan setiap 2 bulan. Panen setelah 8–10 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu tanam temu hitam yang tepat?

Awal musim hujan (Oktober–November) atau sepanjang tahun jika ada irigasi.

Berapa jarak tanam yang ideal?

40×50 cm agar rimpang tidak saling berebut nutrisi.

Apakah temu hitam perlu naungan?

Ya, intensitas cahaya 50–70% optimal. Tanpa naungan daun menguning dan rimpang kecil.

Pupuk apa yang bagus untuk temu hitam?

Pupuk kandang matang saat tanam, dilanjut pupuk organik cair atau NPK 16-16-16 setiap 1–2 bulan.

Berapa lama temu hitam bisa dipanen?

8–10 bulan setelah tanam, ditandai daun menguning dan batang rebah.

Bagaimana cara menyimpan rimpang hasil panen?

Simpan di tempat teduh dan kering, bisa bertahan 2–3 minggu. Untuk simplisia, keringkan pada suhu 40–50°C.

Lebih lanjut tentang Temu Hitam

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.