Penyebab paling umum daun menguning pada temu hitam adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Ciri khasnya: daun tua menguning merata dari ujung ke pangkal, sedangkan tulang daun tetap hijau. Solusinya adalah memberikan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 2-3 kg per meter persegi setiap 2 bulan sekali. Jika perlu, tambahkan pupuk daun yang mengandung N dan Mg sesuai dosis pada label.
Penyebab kedua adalah serangan penyakit busuk rimpang (Rhizoctonia solani atau Pythium spp.). Ciri pembeda: daun menguning dimulai dari daun terbawah, layu, dan pangkal batang lunak serta berair. Untuk mengatasinya, perbaiki drainase dengan membuat bedengan setinggi 20-30 cm, kurangi penyiraman, dan cabut tanaman sakit beserta rimpangnya lalu bakar. Jangan menanam temu hitam di lahan yang sama selama 2-3 musim tanam.
Penyebab ketiga adalah hama penggerek batang (Dichocrocis punctiferalis). Ciri: daun menguning dan terdapat lubang kecil pada batang serta kotoran hitam. Solusinya adalah memotong batang yang terserang dan membuangnya, lalu semprot dengan insektisida nabati berbahan dasar mimba atau bawang putih. Lakukan penyemprotan setiap 7-10 hari sekali saat populasi hama tinggi. Jika serangan parah, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi insektisida kimia yang aman.