Daun Cendana Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun cendana menguning bisa disebabkan oleh kekurangan inang, serangan hama, atau masalah nutrisi. Kami bantu Anda diagnosis dan solusinya.

Jawaban singkat

Cendana (Santalum album) adalah tanaman semi-parasit yang membutuhkan tanaman inang untuk bertahan hidup. Jika daun cendana menguning, penyebab pertama yang perlu dicurigai adalah masalah dengan tanaman inang. Cendana muda (kurang dari 3 tahun) sangat bergantung pada inang seperti Lantana camara atau Alternanthera. Jika inang mati atau tidak tumbuh optimal, cendana akan kekurangan air dan nutrisi, ditandai daun kuning pucat dan pertumbuhan terhambat. Solusinya: periksa kondisi inang, jika layu atau mati segera ganti dengan inang baru yang sehat. Untuk cendana dewasa, pastikan setidaknya 2-3 inang masih aktif di sekitarnya.

Ringkas: Cendana

Cahaya
Naungan 50% pada awal pertumbuhan, lalu sinar matahari penuh setelah 1 tahun.
Penyiraman
Siram 2 hari sekali saat kemarau, kurangi saat hujan. Jangan sampai tergenang.
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-Desember). Panen bisa kapan saja setelah 15-20 tahun.
Tingkat Kesulitan
Sulit

Membutuhkan inang, perawatan intensif, dan waktu panen panjang. Cocok untuk investasi jangka panjang.

Kedua, serangan hama pengisap daun seperti kutu putih (Planococcus) atau tungau dapat menyebabkan daun menguning. Ciri khas: ada bercak kuning tidak merata, daun menggulung, atau terdapat embun madu (lengket) di permukaan daun. Periksa bagian bawah daun dengan kaca pembesar. Untuk mengatasi, semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cuci piring per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Jika parah, konsultasikan dengan penyuluh untuk rekomendasi insektisida nabati seperti mimba.

Ketiga, kekurangan unsur hara makro seperti nitrogen (N) atau magnesium (Mg) juga umum menyebabkan daun kuning seragam pada daun tua. Ini sering terjadi pada tanah berpasir atau setelah hujan lebat yang melindi unsur hara. Lakukan pemupukan dengan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) sebanyak 5-10 kg per pohon setiap 6 bulan saat awal musim hujan. Untuk cendana dalam pot, beri pupuk NPK 16-16-16 setengah sendok teh per pot setiap 2 bulan.

Keempat, penyakit akar seperti busuk akar (Phytophthora) bisa menyebabkan daun kuning layu mendadak. Ciri: tanah tergenang air, akar berwarna cokelat kehitaman dan berbau. Pastikan drainase baik, jangan terlalu sering menyiram. Jika terlanjur, hentikan penyiraman dan beri fungisida berbahan aktif fosetil-Al sesuai label. Untuk pencegahan, tanam cendana di media porous (campuran tanah, pasir, dan kompos 1:1:1) dan jangan sampai tergenang.

Penyebab & Cara Mengatasi

Masalah Tanaman Inang

Ciri: Daun kuning pucat merata, pertumbuhan lambat, inang terlihat layu atau mati

Solusi: Periksa kondisi inang. Jika mati, segera tanam inang baru (Lantana camara, Alternanthera) di dekat cendana. Pastikan minimal 2 inang aktif.

Hama Pengisap Daun

Ciri: Daun kuning tidak merata, ada bercak, daun menggulung, atau embun madu lengket

Solusi: Semprot air sabun (1 sdm sabun cuci piring per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Jika tidak membaik, konsultasi ke BPP untuk insektisida nabati.

Kekurangan Nutrisi

Ciri: Daun tua kuning seragam, daun muda hijau, tanah berpasir atau habis hujan

Solusi: Pupuk organik 5-10 kg per pohon setiap 6 bulan awal musim hujan. Untuk pot, NPK 16-16-16 0.5 sdt per pot setiap 2 bulan.

Busuk Akar

Ciri: Daun kuning layu mendadak, tanah tergenang, akar cokelat kehitaman berbau

Solusi: Perbaiki drainase, hentikan penyiraman. Aplikasi fungisida fosetil-Al sesuai label. Tanam ulang di media porous (tanah:pasir:kompos 1:1:1).

Langkah-langkah

  1. Periksa kondisi tanaman inang di sekitar cendana. Jika inang mati atau lemah, segera tanam inang baru (Lantana camara atau Alternanthera) dalam radius 30 cm dari batang cendana.
  2. Ambil sampel daun kuning dan periksa bagian bawah daun dengan kaca pembesar untuk mencari hama seperti kutu putih atau tungau. Jika ditemukan, semprot dengan air sabun setiap 3 hari.
  3. Evaluasi pemupukan: jika tanah berpasir atau belum dipupuk 6 bulan, beri pupuk organik 5-10 kg per pohon. Untuk tanaman pot, beri NPK 16-16-16 setengah sendok teh per pot.
  4. Cek drainase: jika tanah becek atau pot tidak berlubang, perbaiki saluran air atau ganti media tanam dengan campuran porous. Hindari penyiraman berlebihan (cukup 2-3 kali seminggu saat musim kemarau).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah cendana bisa hidup tanpa inang?

Tidak. Cendana bersifat semi-parasit akar, membutuhkan inang untuk menyerap air dan nutrisi, terutama pada 3 tahun pertama. Tanpa inang, cendana akan kerdil dan mati.

Berapa kali seminggu menyiram cendana?

Cendana tidak suka genangan. Siram 2-3 kali seminggu saat kemarau, kurangi saat hujan. Pastikan media tanam tidak becek.

Apa inang terbaik untuk cendana?

Lantana camara (tahi ayam) dan Alternanthera (bayam tanah) adalah inang umum. Di Indonesia, juga bisa menggunakan Tembelekan atau lamtoro.

Daun cendana kuning tapi tidak ada hama, apa penyebabnya?

Kemungkinan kekurangan nutrisi (nitrogen atau magnesium) atau masalah inang. Coba beri pupuk organik dan periksa kondisi inang.

Apakah cendana bisa ditanam di pot?

Bisa, asalkan pot berdiameter minimal 40 cm, media porous, dan ada inang kecil yang ditanam bersamaan. Pindah ke tanah jika sudah besar.

Kapan waktu terbaik memupuk cendana?

Awal musim hujan (Oktober-Desember) agar pupuk terserap optimal. Hindari pemupukan saat musim kemarau karena bisa membakar akar.

Lebih lanjut tentang Cendana

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.