Kedua, serangan hama pengisap daun seperti kutu putih (Planococcus) atau tungau dapat menyebabkan daun menguning. Ciri khas: ada bercak kuning tidak merata, daun menggulung, atau terdapat embun madu (lengket) di permukaan daun. Periksa bagian bawah daun dengan kaca pembesar. Untuk mengatasi, semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cuci piring per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Jika parah, konsultasikan dengan penyuluh untuk rekomendasi insektisida nabati seperti mimba.
Ketiga, kekurangan unsur hara makro seperti nitrogen (N) atau magnesium (Mg) juga umum menyebabkan daun kuning seragam pada daun tua. Ini sering terjadi pada tanah berpasir atau setelah hujan lebat yang melindi unsur hara. Lakukan pemupukan dengan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) sebanyak 5-10 kg per pohon setiap 6 bulan saat awal musim hujan. Untuk cendana dalam pot, beri pupuk NPK 16-16-16 setengah sendok teh per pot setiap 2 bulan.
Keempat, penyakit akar seperti busuk akar (Phytophthora) bisa menyebabkan daun kuning layu mendadak. Ciri: tanah tergenang air, akar berwarna cokelat kehitaman dan berbau. Pastikan drainase baik, jangan terlalu sering menyiram. Jika terlanjur, hentikan penyiraman dan beri fungisida berbahan aktif fosetil-Al sesuai label. Untuk pencegahan, tanam cendana di media porous (campuran tanah, pasir, dan kompos 1:1:1) dan jangan sampai tergenang.