Perbanyakan cendana umumnya menggunakan biji. Rendam biji dalam air hangat (50°C) selama 24 jam, lalu semai di polybag berisi campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang (2:1:1). Letakkan di tempat teduh, siram 1-2 kali sehari. Setelah 2-3 bulan, bibit siap tanam jika tinggi 20-30 cm. Sebelum menanam, tanam tanaman inang seperti lamtoro, dadap, atau jambu mete 6 bulan sebelumnya di lubang tanam. Cendana akan menempel pada akar inang.
Perawatan meliputi penyiraman dua hari sekali saat kemarau, pemupukan NPK (16:16:16) 100-200 g/pohon setiap 3 bulan, dan pemangkasan cabang inang agar tidak menaungi cendana. Penyiangan gulma dilakukan 1-2 bulan sekali. Cendana mulai menghasilkan kayu bernilai tinggi setelah 15-20 tahun, dengan panen saat diameter batang >20 cm. Panen dilakukan dengan menebang pohon dan mengambil kayu teras yang mengandung minyak.
Kendala umum: serangan hama penggerek batang (Zeuzera sp.) dan jamur akar. Pencegahan dengan menjaga kebersihan lahan dan memangkas bagian terserang. Untuk penyakit, gunakan fungisida sesuai label. Konsultasi dengan BPP setempat untuk dosis tepat. Cendana membutuhkan kesabaran, tetapi hasilnya sepadan dengan harga kayu yang tinggi (Rp 10-30 juta per kg minyak cendana).