Penggerek batang menyerang tanaman muda hingga dewasa dengan membuat liang di batang, menyebabkan layu mendadak dan patah batang. Ciri khasnya adalah adanya serbuk gerek berwarna cokelat di sekitar lubang. Pengendalian mekanis dapat dilakukan dengan memasukkan kawat ke dalam lubang untuk membunuh larva. Pemangkasan cabang terserang dan pemupukan berimbang (NPK 15-15-15, 200 g/pohon/tahun) juga membantu memperkuat tanaman.
Kutu putih menyerang daun dan pucuk muda, menghisap cairan sehingga daun keriput dan pertumbuhan terhambat. Ciri khasnya adalah lapisan lilin putih pada permukaan daun dan kehadiran semut yang memanen embun madu. Pengendalian dimulai dengan penyemprotan air sabun (1 sendok sabun cair/ liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Musuh alami seperti kumbang Coccinellidae dapat dilepaskan jika tersedia di BPP setempat.
Rayap menyerang akar dan pangkal batang, terutama pada lahan kering musim kemarau. Ciri khasnya adalah adanya tanah halus di sekitar pangkal batang dan daun menguning. Pengendalian dilakukan dengan menjaga drainase agar tidak terlalu kering, memberikan mulsa organik (jerami 5-10 cm) untuk menjaga kelembaban, dan menghindari penanaman di lahan bekas sarang rayap. Konsultasi dengan penyuluh untuk penggunaan insektisida nabati seperti ekstrak biji mimba (1 kg biji direbus dalam 10 L air, semprotkan setiap minggu) sangat dianjurkan.