Kumbang sagu dewasa menyerang batang dengan membuat lubang dan bertelur di dalamnya. Larva kumbang menggerek batang hingga menyebabkan kematian tanaman. Ciri serangan: terdapat lubang bundar pada batang, keluarnya getah berwarna coklat, dan daun layu. Pengendalian mekanis dengan memotong dan membakar batang terserang. Penggunaan feromon untuk memerangkap kumbang dewasa sangat efektif. Penyemprotan insektisida dilakukan ke lubang gerekan jika diperlukan, dengan konsultasi ke BPP setempat.
Ulat pemakan daun (Setora nitens) menyerang daun aren, terutama pada musim kemarau. Ulat ini memakan daun hingga tinggal tulang daun. Ciri serangan: daun berlubang tidak beraturan, terdapat ulat berbulu berwarna kuning kehijauan. Pengendalian dilakukan dengan memetik ulat secara manual, memanfaatkan musuh alami seperti burung dan tawon parasitoid. Jika populasi tinggi, gunakan insektisida nabati seperti ekstrak nimba atau konsultasi ke penyuluh untuk rekomendasi pestisida rendah toksisitas.
Pengendalian hama aren harus dilakukan secara rutin. Pemeriksaan kebun setiap minggu untuk mendeteksi gejala awal. Perbaiki sanitasi kebun dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang menjadi tempat berkembang biak hama. Hindari penggunaan pestisida kimia secara berlebihan agar tidak membunuh musuh alami. Dengan pengelolaan terpadu, serangan hama dapat ditekan secara efektif dan berkelanjutan.