Hama Damar (Agathis dammara) dan Cara Pengendaliannya

Hama utama pada tanaman damar meliputi ulat pemakan daun, penggerek batang, dan kutu daun, yang perlu dikendalikan secara terpadu.

Jawaban singkat

Tanaman damar (Agathis dammara) merupakan tanaman perkebunan penghasil resin yang bernilai ekonomi tinggi. Di Indonesia, tanaman ini banyak dibudidayakan di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Namun, serangan hama dapat menurunkan produksi resin dan pertumbuhan tanaman. Hama utama yang sering menyerang damar antara lain ulat pemakan daun (Hyblaea puera dan Eutectona machaeralis), penggerek batang (Platypus spp.), dan kutu daun (Toxoptera aurantii). Pengendalian hama harus dilakukan secara terpadu dengan memadukan metode mekanis, biologis, dan kimiawi secara bijaksana.

Ringkas: Damar

Cahaya
Cahaya penuh hingga naungan ringan (naungan 50% hanya saat bibit muda).
Penyiraman
Siram 2–3 kali seminggu pada musim kemarau, kurangi saat hujan; pastikan drainase baik.
Musim
Tanam sepanjang tahun, ideal awal musim hujan (Okt–Nov). Panen getah musim kemarau (Apr–Sep).
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman tahunan, mulai panen getah pada umur 8–10 tahun, produksi puncak umur 15–20 tahun.

Ulat pemakan daun (Hyblaea puera dan Eutectona machaeralis) menyerang daun damar terutama pada musim kemarau. Ciri serangan: daun berlubang tidak beraturan, tinggal tulang daun, dan terdapat kotoran ulat berwarna hitam. Pengendalian dapat dilakukan dengan mengumpulkan ulat dan telurnya secara manual (mekanis), memanfaatkan musuh alami seperti burung dan parasitoid (misal Trichogramma), serta jika populasi tinggi, gunakan insektisida nabati seperti ekstrak biji mimba (neem) dengan konsentrasi sesuai petunjuk. Hindari insektisida kimia spektrum luas yang membunuh musuh alami.

Penggerek batang (Platypus spp.) menyerang batang damar dewasa. Ciri serangan: lubang kecil pada batang, adanya serbuk gergaji di sekitar lubang, dan getah resin menetes berlebihan. Serangan berat menyebabkan batang berlubang dan tanaman mati. Pengendaliannya dengan menjaga kebersihan kebun, memotong dan membakar bagian tanaman terserang berat, serta menggunakan perangkap feromon untuk memonitor populasi. Penyemprotan insektisida ke lubang gerekan dapat dilakukan oleh petugas terlatih, namun harus mengikuti dosis pada label.

Kutu daun (Toxoptera aurantii) menyerang daun muda dan pucuk. Ciri: daun keriting, layu, dan terdapat embun madu (honeydew) yang memicu tumbuhnya jamur jelaga. Pengendaliannya dengan menyemprot air bertekanan tinggi untuk membuang kutu, memanfaatkan predator seperti kumbang Coccinella, dan jika perlu gunakan insektisida nabati atau detergen encer. Hindari penggunaan insektisida kimia berlebihan karena dapat memicu resistensi. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pengendalian yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Ulat pemakan daun (Hyblaea puera & Eutectona machaeralis)

Ciri: Daun berlubang tidak beraturan, tinggal tulang daun, kotoran ulat hitam di permukaan daun.

Solusi: Kumpulkan ulat dan telur secara manual. Gunakan perangkap cahaya pada malam hari. Semprot dengan ekstrak biji mimba 50 gram/liter air setiap 5-7 hari saat populasi tinggi. Lepaskan parasitoid Trichogramma 10-20 butir/m2.

Penggerek batang (Platypus spp.)

Ciri: Lubang kecil pada batang, serbuk gergaji di sekitar lubang, resin menetes berlebihan, daun layu.

Solusi: Bersihkan kebun dari sisa tanaman. Potong dan bakar batang terserang berat. Pasang perangkap feromon (1 per 2 ha). Suntikkan insektisida sistemik ke lubang gerekan sesuai label (konsultasi dengan BPP).

Kutu daun (Toxoptera aurantii)

Ciri: Daun keriting, layu, embun madu lengket, dan jamur jelaga hitam pada daun.

Solusi: Semprot air bertekanan tinggi untuk membuang kutu. Lepaskan kumbang Coccinella 1-2 per tanaman. Semprot dengan larutan detergen 5 ml/liter air atau ekstrak bawang putih 100 gram/liter air setiap 3-5 hari.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemantauan rutin setiap minggu pada pagi hari, periksa daun, batang, dan pucuk untuk mendeteksi gejala awal serangan hama.
  2. Identifikasi jenis hama berdasarkan ciri serangan dan tanda-tanda spesifik, seperti lubang pada batang atau daun berlubang.
  3. Terapkan pengendalian secara bertahap: mulai dari metode mekanis (koleksi manual, pemangkasan) dan biologis (musuh alami), baru gunakan pestisida nabati atau kimia jika populasi melampaui ambang ekonomi.
  4. Catat hasil pengendalian dan populasi hama untuk evaluasi. Jika serangan meluas, segera konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi spesifik dan bantuan teknis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa hama utama pada tanaman damar?

Hama utama adalah ulat pemakan daun (Hyblaea puera dan Eutectona machaeralis), penggerek batang (Platypus spp.), dan kutu daun (Toxoptera aurantii).

Kapan waktu terbaik untuk mengendalikan ulat pemakan daun?

Pengendalian paling efektif dilakukan pada pagi atau sore hari saat ulat aktif, terutama pada musim kemarau saat populasi cenderung meningkat.

Apakah pengendalian hayati efektif untuk hama damar?

Ya, musuh alami seperti burung, parasitoid Trichogramma, dan predator kumbang Coccinella cukup efektif jika populasinya dijaga dengan menyediakan habitat yang sesuai.

Bagaimana cara mengatasi penggerek batang yang sudah parah?

Untuk serangan berat, potong dan bakar bagian batang yang berlubang. Suntikkan insektisida sistemik ke dalam lubang gerekan dengan bantuan petugas terlatih. Lakukan pemupukan untuk memperkuat tanaman.

Apa dampak kutu daun pada tanaman damar?

Kutu daun menghisap cairan daun, menyebabkan daun keriting dan layu. Embun madu yang dihasilkan memicu jamur jelaga yang menghambat fotosintesis, sehingga pertumbuhan tanaman terhambat.

Apakah ada tanaman pengusir hama yang bisa ditanam di sekitar damar?

Tanaman seperti serai wangi, lavender, atau tagetes (bunga tahi ayam) dapat mengusir beberapa jenis hama karena aromanya yang kuat. Tanam di pinggir kebun sebagai tanaman border.

Lebih lanjut tentang Damar

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.