Memasuki fase TBM lanjutan yaitu umur 4 sampai 6 tahun, tanaman karet membutuhkan suplai hara fosfor dan kalium yang lebih tinggi untuk mempertebal kulit batang dan merangsang perkembangan pembuluh lateks. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober hingga November dan akhir musim hujan pada bulan Maret hingga April, dengan cara menabur pupuk secara melingkar sejajar garis tajuk sejauh 1 hingga 1,5 meter dari pangkal batang.
Pada fase Tanaman Menghasilkan (TM) umur 7 tahun ke atas, kegiatan penyadapan rutin secara terus-menerus mengambil nutrisi dalam bentuk lateks dari tubuh tanaman. Untuk menjaga kestabilan aliran lateks dan mencegah penyakit kering alur sadap, tanaman karet memerlukan pupuk dengan kandungan Kalium dan Magnesium tinggi yang diaplikasikan 2 kali setahun sebanyak 500 gram hingga 1 kilogram per pohon per tahap aplikasi, disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah lokasi perkebunan.
Teknik aplikasi pemupukan karet yang benar dilakukan dengan membuat parit dangkal (ririkan) sedalam 5 hingga 10 cm melingkari tajuk pohon, menaburkan pupuk, lalu menutupnya kembali dengan tanah tipis guna mencegah penguapan hara Nitrogen. Hindari mengaplikasikan pupuk saat puncak musim kemarau saat tanah kering keras atau saat puncak hujan lebat yang berisiko mencuci nutrisi, serta jangan menempelkan pupuk langsung pada leher batang untuk menghindari luka bakar kimia.





