Penyakit jamur akar putih (JAP) adalah momok utama di dalam tanah yang menyerang sistem perakaran karet, terutama pada lahan bekas hutan atau kebun replanting yang kurang bersih. Ketika tanaman menunjukkan gejala tajuk daun menguning, kusam, dan gugur sebelum waktunya, kita harus segera membongkar tanah di sekitar pangkal batang untuk melihat adanya benang-benang jamur putih. Jika dibiarkan tanpa tindakan sanitasi dan pembuatan parit isolasi sedalam 50 cm, tanaman akan mati dalam waktu beberapa bulan saja.
Selain akar, bidang sadap karet sangat rentan terhadap penyakit kering bidang sadap atau penyakit jamur garis hitam akibat kelembapan yang terjebak di bawah talang hujan. Selama musim hujan, air hujan yang mengalir terus-menerus di batang mempermudah infeksi jamur yang menutup saluran lateks. Akibatnya, aliran getah terhenti total pada alur sadapan, membuat pekebun merugi besar jika tidak segera merotasi bidang sadap dan menghentikan penyadapan sementara pada pohon yang sakit.
Untuk mengatasi berbagai masalah penyakit karet ini secara efektif, pekebun harus menerapkan pengelolaan kebun yang terpadu sepanjang tahun. Pembersihan gulma secara berkala setiap tiga bulan sekali, pengaturan jarak tanam agar sinar matahari pagi dapat menembus kanopi, serta aplikasi fungisida sesuai anjuran pada label kemasan dan arahan penyuluh setempat adalah kunci utamanya. Jangan ragu untuk membawa sampel bagian tanaman yang sakit ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.