Pada bagian kanopi, penyakit gugur daun Corynespora dan Colletotrichum sering mengecoh pekebun. Corynespora ditandai dengan bercak melingkar berpola tulang ikan berwarna hitam pada daun tua maupun muda, yang memicu kerontokan massal saat musim hujan. Sementara itu, Colletotrichum menyerang pucuk daun muda yang baru terubus, menyebabkan ujung daun mengerut, menghitam, lalu mati pucuk. Pemeriksaan kanopi sebaiknya dilakukan setiap 7 hari sekali saat masa terubus daun.
Masalah pada bidang sadap dan akar membutuhkan perhatian ekstra karena dapat mematikan tanaman secara permanen. Busuk bidang sadap yang disebabkan oleh Phytophthora ditandai dengan garis-garis hitam vertikal di bawah alur sadap dan pengelupasan kulit kayu, sedangkan Jamur Akar Putih (JAP) menunjukkan gejala daun menguning secara bertahap disertai benang-benang jamur putih pada leher akar. Penyilakan dan pemeriksaan leher akar perlu dijadwalkan setiap 14 hari sekali, terutama pada areal yang rawan genangan air.
Pengendalian penyakit karet yang efektif berpatok pada kombinasi tindakan budidaya dan kebersihan kebun. Atur jarak tanam standar, misalnya 3 meter x 6 meter (sekitar 550 pohon per hektar), serta lakukan pemangkasan dahan peneduh untuk menjaga kelembapan mikro. Terapkan pemupukan berimbang sesuai rekomendasi, seperti pemupukan dua kali setahun pada awal dan akhir musim hujan, serta selalu sterilkan pisau sadap menggunakan larutan disinfektan saat berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.





