Karet, Penyakit Karet: Gejala & Cara Mengobati
Srattha Nualsate / Pexels

Penyakit Karet: Gejala & Cara Mengobati

Penyakit karet dapat diidentifikasi secara tepat berdasarkan lokasi gejalanya di daun, bidang sadap, atau akar guna menentukan langkah pengendalian yang efektif selama musim hujan.

Jawaban singkat

Musim hujan yang berlangsung dari bulan November hingga Maret di Indonesia sering kali membawa kelembapan udara di atas 85 persen yang sangat disukai oleh berbagai patogen jamur pada tanaman karet (Hevea brasiliensis). Penyakit jamur dapat menyebabkan penurunan produksi lateks hingga 40 persen jika tidak ditangani dengan diagnosis yang tepat. Memahami perbedaan gejala pada daun, bidang sadap, dan sistem perakaran adalah langkah awal mendasar bagi petani untuk menentukan tindakan pengendalian yang efisien.

Ringkas: Karet

Cahaya
Penuh (Sinar matahari langsung sepanjang hari)
Penyiraman
Sedang hingga tinggi, butuh curah hujan merata 1500-2500 mm per tahun
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan investasi jangka panjang dan perawatan intensif sebelum masa panen lateks.

Pada bagian kanopi, penyakit gugur daun Corynespora dan Colletotrichum sering mengecoh pekebun. Corynespora ditandai dengan bercak melingkar berpola tulang ikan berwarna hitam pada daun tua maupun muda, yang memicu kerontokan massal saat musim hujan. Sementara itu, Colletotrichum menyerang pucuk daun muda yang baru terubus, menyebabkan ujung daun mengerut, menghitam, lalu mati pucuk. Pemeriksaan kanopi sebaiknya dilakukan setiap 7 hari sekali saat masa terubus daun.

Masalah pada bidang sadap dan akar membutuhkan perhatian ekstra karena dapat mematikan tanaman secara permanen. Busuk bidang sadap yang disebabkan oleh Phytophthora ditandai dengan garis-garis hitam vertikal di bawah alur sadap dan pengelupasan kulit kayu, sedangkan Jamur Akar Putih (JAP) menunjukkan gejala daun menguning secara bertahap disertai benang-benang jamur putih pada leher akar. Penyilakan dan pemeriksaan leher akar perlu dijadwalkan setiap 14 hari sekali, terutama pada areal yang rawan genangan air.

Pengendalian penyakit karet yang efektif berpatok pada kombinasi tindakan budidaya dan kebersihan kebun. Atur jarak tanam standar, misalnya 3 meter x 6 meter (sekitar 550 pohon per hektar), serta lakukan pemangkasan dahan peneduh untuk menjaga kelembapan mikro. Terapkan pemupukan berimbang sesuai rekomendasi, seperti pemupukan dua kali setahun pada awal dan akhir musim hujan, serta selalu sterilkan pisau sadap menggunakan larutan disinfektan saat berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.

Penyebab & Cara Mengatasi

Gugur Daun Corynespora (Corynespora cassiicola)

Ciri: Bercak garis hitam menyerupai pola tulang ikan pada daun dan memicu gugur daun hebat.

Solusi: Lakukan pemangkasan dahan untuk mengurangi kelembapan tajuk dan konsultasikan penggunaan fungisida protektif ke BPP.

Busuk Bidang Sadap (Phytophthora palmivora)

Ciri: Garis-garis hitam vertikal pada kayu di bawah alur sadap dan lateks berhenti mengalir.

Solusi: Hentikan penyadapan sementara, kerok jaringan kulit yang membusuk, dan oleskan pasta penutup luka kayu.

Jamur Akar Putih / JAP (Rigidoporus microporus)

Ciri: Benang-benang jamur berwarna putih menempel pada leher akar dan daun menguning perlahan.

Solusi: Buka tanah leher akar, aplikasikan agens hayati Trichoderma spp., dan buat parit isolasi di sekeliling pohon.

Gugur Daun Colletotrichum (Colletotrichum gloeosporioides)

Ciri: Ujung daun muda mengerut, melengkung ke bawah, dan berwarna cokelat kehitaman.

Solusi: Jaga kebersihan gulma bawah kanopi dan lakukan penyiangan teratur untuk mengontrol kelembapan mikro.

Langkah-langkah

  1. Lakukan inspeksi rutin kebun karet seminggu sekali pada musim hujan untuk mendeteksi gejala awal di daun, bidang sadap, atau leher akar.
  2. Isolasi tanaman yang terinfeksi Jamur Akar Putih dengan membuat parit isolasi sedalam 80-100 cm di sekeliling area pohon terserang.
  3. Bersihkan bidang sadap dari lateks membeku dan pangkas bagian kulit yang membusuk menggunakan pisau sadap steril.
  4. Aplikasikan bubur pasta protektif atau agen hayati Trichoderma pada leher akar dan bidang sadap yang terluka sesuai petunjuk teknis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa tanda utama tanaman karet terserang Jamur Akar Putih (JAP)?

Tanda utamanya adalah adanya benang-benang halus berwarna putih (rhizomorf) yang menempel ketat pada permukaan akar atau leher batang, disertai daun yang menguning secara bertahap.

Bolehkah menyadap pohon karet yang sedang terserang busuk bidang sadap?

Penyadapan harus dihentikan sementara pada pohon yang sakit agar jaringan kulit dapat beregenerasi dan tidak memperluas penyebaran patogen.

Kapan waktu terbaik mengaplikasikan Trichoderma untuk pencegahan penyakit karet?

Waktu terbaik adalah pada awal musim hujan saat kelembapan tanah mulai meningkat, diusapkan atau ditaburkan di sekitar leher akar yang sudah dibersihkan.

Mengapa daun muda karet sering mendadak gugur saat musim hujan?

Hal tersebut umumnya disebabkan oleh serangan jamur Colletotrichum atau Corynespora yang berkembang pesat dalam kondisi kelembapan udara tinggi dan curah hujan meningkat.

Lebih lanjut tentang Karet

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.