Berdasarkan pengamatan di lapangan sepanjang tahun, hama utama yang sering merugikan perkebunan karet meliputi serangga pemakan daun seperti ulat tentara, kutu yang mengisap cairan tanaman, serta babi hutan atau rayap yang merusak bagian perakaran dan batang bawah. Setiap jenis hama ini meninggalkan gejala fisik yang khas pada tanaman, sehingga ketepatan diagnosis sangat menentukan keberhasilan pemulihan kebun.
Untuk mengatasi serangan hama pemakan daun, pekebun dapat melakukan pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan menjaga kebersihan gulma di sekitar piringan pohon setiap sebulan sekali agar siklus hidup hama terputus. Pemanfaatan musuh alami seperti burung hantu atau serangga predator juga sangat dianjurkan untuk menekan populasi hama secara biologis tanpa merusak ekosistem perkebunan.
Jika serangan hama meluas dan mulai mengancam kelangsungan hidup tanaman produktif, tindakan pengendalian kimiawi dapat dipertimbangkan dengan menggunakan pestisida terdaftar yang diaplikasikan sesuai petunjuk pada label kemasan. Selalu utamakan keselamatan kerja dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap dan konsultasikan permasalahan pelik kepada petugas penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian setempat.