Pada musim kemarau yang berlangsung antara bulan Juni hingga September, serangan hama penghisap cairan seperti kutu putih dan tungau cenderung meningkat drastis. Sebaliknya, memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober hingga Desember, kelembapan udara yang melebihi 85 persen memicu aktivitas rayap tanah dan kumbang pengerek batang di sekitar areal pertanaman.
Sanitasi kebun menjadi fondasi utama pengendalian hama karet. Membersihkan gulma dan serasah daun di sekitar piringan pohon dengan radius 1 meter secara rutin 4 kali dalam setahun mampu menekan tempat persembunyian serangga pengganggu serta meningkatkan sirkulasi udara di area perakaran.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mengutamakan penggunaan agens hayati seperti jamur Metarhizium anisopliae sebanyak 20 hingga 30 gram per pangkal batang. Jika ambang batas kerusakan ekonomi melampaui 5 hingga 10 persen dari populasi tanaman, tindakan kimiawi dapat dipertimbangkan berdasarkan arahan petugas penyuluh setempat.





