Penyiraman dilakukan secara teratur terutama pada musim kemarau. Untuk bibit muda (0–2 tahun), siram setiap 2–3 hari sekali sebanyak 5–10 liter per pohon, tergantung kondisi tanah. Pada musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman untuk mencegah busuk akar. Tanaman dewasa (di atas 5 tahun) lebih tahan kekeringan, namun tetap perlu disiram jika tanah kering lebih dari 2 minggu. Mulsa organik seperti jerami atau serbuk gergaji dapat membantu menjaga kelembaban tanah.
Pemupukan dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal musim hujan (Oktober–November) dan akhir musim hujan (Maret–April). Gunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 200–300 gram per pohon untuk tanaman muda, dan 500–1000 gram per pohon untuk tanaman dewasa. Sebarkan pupuk di sekitar tajuk, lalu tutup tipis dengan tanah. Selain pupuk kimia, berikan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) 2–5 kg per pohon setahun sekali untuk memperbaiki struktur tanah.
Pengendalian gulma dilakukan dengan cara manual atau menggunakan herbisida sesuai petunjuk. Bersihkan gulma dalam radius 1 meter dari batang pohon setiap 2–3 bulan. Pemangkasan cabang kering atau sakit dilakukan pada awal musim kemarau untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Untuk tanaman produksi resin, pemangkasan juga bertujuan membentuk tajuk agar memudahkan penyadapan. Lakukan pemangkasan ringan, jangan lebih dari 30% total tajuk.