Penanaman kapuk sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan (Oktober-Desember) agar bibit mendapatkan cukup air. Lubang tanam berukuran 60x60x60 cm dengan jarak tanam 10x10 meter. Isi lubang dengan pupuk kandang 10-15 kg per lubang. Setelah tanam, lakukan penyiraman rutin setiap hari selama 2 minggu pertama, kemudian dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu. Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan dengan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 200-300 gram per pohon untuk pohon dewasa. Pemupukan organik seperti kompos atau pupuk kandang juga diberikan setahun sekali sebanyak 20-30 kg per pohon.
Pemangkasan penting untuk membentuk tajuk dan merangsang produksi buah. Lakukan pemangkasan ringan pada cabang yang mati, terserang hama, atau tumbuh ke dalam. Pemangkasan berat dilakukan setelah panen (Juli-Agustus) untuk meremajakan pohon. Pengendalian gulma dilakukan dengan penyiangan manual atau herbisida selektif. Hama utama kapuk adalah ulat grayak (Spodoptera litura) dan kutu putih (Planococcus minor). Untuk pengendalian, gunakan musuh alami seperti predator dan parasitoid. Jika menggunakan pestisida, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat.
Panen kapuk dilakukan saat buah sudah tua, ditandai dengan warna coklat kehitaman dan retak-retak. Petik buah secara manual menggunakan galah atau tangga. Setelah dipetik, buah dijemur selama 3-5 hari hingga serat mengembang. Serat dipisahkan dari biji dengan cara dipukul-pukul atau menggunakan mesin perontok. Simpan serat kapuk di tempat kering dan sejuk untuk menjaga kualitas. Dengan perawatan yang baik, pohon kapuk dapat berproduksi hingga 30 tahun. Pastikan untuk terus memantau kesehatan pohon dan berkonsultasi dengan penyuluh pertanian jika menemui masalah serius.