Penyiangan gulma dilakukan setiap 2–3 bulan sekali, terutama pada musim hujan (Oktober–April) karena gulma tumbuh cepat. Gulma seperti alang-alang dan teki harus dibersihkan manual atau dengan mulsa organik (jerami padi) setebal 5–10 cm di sekitar pangkal tanaman. Pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang matang 10–15 ton/ha setahun sekali, diaplikasikan saat awal musim hujan. Pupuk NPK (15-15-15) diberikan 200–300 kg/ha per tahun, dibagi 2 kali (awal dan akhir musim hujan). Hindari pemupukan N berlebihan karena menyebabkan daun lembek dan mudah terserang penyakit.
Pengairan hanya diperlukan pada musim kemarau panjang (Juli–September) jika tanah terlalu kering. Siram 5–10 liter per tanaman setiap 2 minggu. Sisal termasuk tanaman CAM (Crassulacean Acid Metabolism) yang efisien dalam penggunaan air, sehingga genangan air harus dihindari karena menyebabkan busuk akar. Pemangkasan daun tua (daun ke-3 dari bawah) dilakukan setiap 6 bulan untuk merangsang pertumbuhan daun baru dan memudahkan pemanenan. Daun yang dipotong bisa dijadikan mulsa atau kompos.
Hama utama sisal adalah kutu putih (Pseudococcus spp.) dan penggerek batang (Agave weevil). Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan dan menggunakan musuh alami seperti kumbang Coccinellidae. Untuk penyakit, busuk pangkal batang (Fusarium spp.) sering muncul di lahan basah. Pencegahannya dengan drainase baik dan rotasi tanaman. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pengendalian terpadu. Panen sisal dilakukan saat daun mencapai panjang 1–1,5 m (umur 3–4 tahun untuk panen pertama), dengan memotong daun bagian bawah menyisakan 20–30 daun pucuk.