Layu bakteri disebabkan oleh Ralstonia solanacearum yang menyerang pembuluh angkut. Gejala khas: daun layu permanen meski tanah lembab, potongan batang mengeluarkan lendir putih keabu-abuan. Penyakit ini menyebar melalui air irigasi, alat pertanian, dan tanah. Solusinya: rotasi tanaman dengan bukan inang (padi, jagung) minimal 2 tahun, gunakan bibit sehat bersertifikat, dan perbaiki drainase. Jika ditemukan tanaman sakit, segera cabut dan bakar, serta taburkan kapur dolomit di lubang tanam (100 gram/lubang) untuk menekan patogen.
Bercak daun oleh Cercospora spp. ditandai bercak kecil coklat kemerahan dengan tepi keunguan yang meluas dan menyatu. Penyakit ini memuncak di musim hujan dengan kelembaban tinggi. Pengendalian: atur jarak tanam (20x20 cm) agar sirkulasi udara baik, hindari penyiraman dari atas, dan aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label. Pangkas daun terinfeksi dan kumpulkan untuk dibakar. Lakukan pemupukan berimbang (N,P,K) agar tanaman tidak terlalu rimbun.
Busuk akar oleh Rhizoctonia solani menyebabkan tanaman kerdil, daun menguning, dan akar berwarna coklat hitam membusuk. Patogen bertahan di sisa tanaman dan tanah. Cegah dengan pengolahan tanah sempurna, pengapuran (pH 5,5-6,5), dan hindari genangan. Gunakan fungisida berbasis Trichoderma sp. sebagai agen hayati. Jika serangan berat, lakukan fumigasi tanah dengan solarisasi (tutup tanah plastik bening 4-6 minggu) pada musim kemarau.