Perbanyakan kina dapat dilakukan melalui biji atau setek. Untuk biji, semai dalam bak tabur dengan media pasir dan sekam (1:1), tutup tipis, dan siram setiap hari. Setelah 3–4 minggu, bibit dipindahkan ke polybag (15x20 cm) berisi campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam (2:1:1). Pemeliharaan bibit meliputi penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore), naungan 50% selama 2 bulan, dan pemupukan NPK 15-15-15 dosis 2 gram per bibit setiap 2 minggu. Bibit siap tanam di lapangan setelah berumur 6–8 bulan dengan tinggi 30–50 cm.
Penanaman dilakukan di awal musim hujan (Oktober–November) untuk memastikan ketersediaan air. Tanam bibit pada lubang yang sudah disiapkan, padatkan tanah, dan beri mulsa jerami setebal 5–10 cm di sekitar pangkal batang. Perawatan rutin meliputi penyiraman 2–3 hari sekali pada musim kemarau, penyiangan gulma setiap 2 bulan, dan pemupukan susulan NPK 15-15-15 dosis 100 gram per pohon setiap 6 bulan. Pangkas cabang yang tumbuh terlalu rendah atau tidak produktif untuk merangsang pertumbuhan batang utama.
Panen kulit kina dapat dilakukan setelah tanaman berumur 4–5 tahun, saat diameter batang mencapai 10–15 cm. Kulit dipanen dengan cara mengupas batang secara spiral atau memotong cabang berdiameter >5 cm. Waktu panen terbaik adalah pada musim kemarau (Juni–Agustus) untuk mengurangi kadar air. Kulit kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari selama 5–7 hari hingga kadar air <10%. Produktivitas kulit kering berkisar 2–5 ton per hektar per tahun tergantung pada varietas dan pemeliharaan.