Ubi Jalar, Penyakit Ubi Jalar pada Musim Hujan: Gejala dan Panduan Penanganan
Ryutaro Tsukata / Pexels

Penyakit Ubi Jalar pada Musim Hujan: Gejala dan Panduan Penanganan

Identifikasi dan atasi penyakit utama ubi jalar seperti kudis dan layu fusarium saat musim hujan melalui diagnosis diferensial yang akurat.

Jawaban singkat

Tingginya curah hujan di Indonesia dengan kelembapan udara melebihi 85 persen menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi perkembangan berbagai agen penyakit ubi jalar (Ipomoea batatas). Serangan jamur dan bakteri biasanya meningkat drastis pada rentang umur tanaman 30 hingga 70 hari setelah tanam (HST), di mana kanopi daun mulai menutupi permukaan guludan secara penuh.

Ringkas: Ubi Jalar

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap tanpa genangan
Musim
Sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman pangan yang sangat tangguh di lahan kering maupun sawah bekas padi

Penyakit kudis (Elsinoe batatas) menjadi ancaman utama saat musim hujan, ditandai dengan munculnya bintik cokelat keunguan pada tulang daun serta batang yang memendek memutar. Sementara itu, jika tanaman mendadak layu dengan daun bawah menguning secara bertahap pada umur 45 HST, kemungkinan besar tanaman terserang layu fusarium (Fusarium oxysporum) yang menyerang jaringan pembuluh umbi.

Pencegahan penyakit ubi jalar harus dimulai dari pengelolaan lahan yang tepat, seperti pembuatan guludan setinggi 30 sampai 40 cm agar air hujan tidak menggenang di sekitar perakaran. Penggunaan jarak tanam yang ideal, yaitu 25x80 cm, juga membantu menjaga sirkulasi udara di bawah kanopi daun untuk menurunkan kelembapan mikro.

Aplikasi agen hayati Trichoderma spp. sebanyak 10 gram per lubang tanam saat pemupukan dasar terbukti efektif menekan perkembangan patogen tular tanah. Jika serangan kudis terdeteksi pada 5 persen populasi, penyemprotan biofungisida atau bahan pelindung tanaman dapat dilakukan setiap 7 hari sekali hingga gejala terkendali.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kudis Ubi Jalar (Elsinoë batatas)

Ciri: Bintik-bintik bercak cokelat kemerahan pada tulang daun bawah, helai daun berkerut dan melengkung ke atas, serta batang membengkok keras.

Solusi: Pangkas bagian tanaman yang terinfeksi parah, tingkatkan drainase guludan, dan aplikasikan fungisida hayati sesuai petunjuk label.

Layu Fusarium (Fusarium oxysporum)

Ciri: Daun bawah menguning secara perlahan, berkas pembuluh batang berwarna cokelat kehitaman saat dibelah, serta umbi membusuk dari pangkal.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang sakit, taburkan kapur pertanian 100 gram pada lubang bekas cabutan, dan lakukan rotasi tanaman.

Penyakit Mosaik / SPVD (Sweet Potato Virus Disease)

Ciri: Daun mengecil, mengkerut, muncul warna belang hijau muda atau kuning, dan pertumbuhan tanaman kerdil.

Solusi: Kendalikan serangga vektor seperti kutu daun, eradikasi tanaman bergejala, dan gunakan bibit dari stek yang bebas virus.

Langkah-langkah

  1. Lakukan inspeksi rutin pada area pertanaman ubi jalar setiap 3 hari sekali, terutama pada permukaan bawah daun dan pangkal batang.
  2. Diferensiasikan gejala dengan mengamati apakah kerusakan berupa bercak fisik pada daun (kudis), kelayuan sistemik (fusarium), atau pola belang kuning (virus).
  3. Pangkas dan keluarkan bagian tanaman atau seluruh rumpun yang terinfeksi dari area kebun untuk mencegah penularan ke tanaman sehat.
  4. Perbaiki sistem drainase lahan dengan memperdalam parit antarguludan minimal 30 cm agar air hujan mengalir dengan lancar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa penyakit kudis ubi jalar sangat cepat menyebar saat musim hujan?

Spora jamur penyebab kudis sangat mudah tersebar melalui percikan air hujan dan angin, ditambah kelembapan tinggi yang mempercepat perkecambahan spora.

Apakah umbi dari tanaman yang terkena layu fusarium masih bisa dikonsumsi?

Umbi yang sudah membusuk dan berubah warna tidak layak dikonsumsi karena kualitas rasa menurun dan dapat mengandung metabolit sekunder jamur.

Bagaimana cara membedakan tanaman ubi jalar yang kekurangan hara dengan yang terkena virus?

Kekurangan hara biasanya tampak merata tanpa perubahan bentuk daun, sedangkan serangan virus menyebabkan pola belang mosaik, daun keriting, dan tanaman kerdil.

Berapa tinggi guludan yang ideal untuk ubi jalar pada musim hujan?

Tinggi guludan yang disarankan adalah 30 hingga 40 cm agar perakaran ubi jalar tidak terendam air hujan.

Lebih lanjut tentang Ubi Jalar

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.