Penyakit utama yang sering menyerang ubi jalar pada musim basah antara lain kudis ubi jalar, busuk batang, dan busuk hitam pada umbi. Masing-masing penyakit memiliki ciri khas pada bagian tanaman yang terserang, sehingga pemahaman diagnosis diferensial sangat penting agar tindakan pengendalian tidak salah sasaran. Penanganan yang lambat dapat menurunkan hasil panen umbi hingga lebih dari lima puluh persen.
Langkah preventif yang paling efektif adalah memilih varietas ubi jalar yang tahan terhadap kelembapan tinggi serta memperbaiki drainase lahan secara berkala. Pembuatan guludan yang tinggi minimal 30 sentimeter sangat dianjurkan agar air hujan tidak menggenangi zona perakaran. Selain itu, sanitasi gulma di sekitar tanaman harus dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali untuk mengurangi kelembapan mikro di sekitar tajuk.
Jika gejala serangan penyakit sudah terlanjur muncul, segera lakukan tindakan pemangkasan bagian tanaman yang sakit dan musnahkan dengan cara dibakar atau dikubur. Hindari penggunaan pupuk nitrogen berlebih pada musim hujan karena akan membuat jaringan tanaman terlalu lunak dan mudah diserang patogen. Konsultasikan selalu dengan petugas penyuluh pertanian setempat di BPP terdekat untuk mendapatkan rekomendasi penanganan lanjutan yang paling aman.