Ubi Jalar, Diagnosis Diferensial Hama Utama Ubi Jalar dan Cara Pengendalian Terpadu
Ryutaro Tsukata / Pexels

Diagnosis Diferensial Hama Utama Ubi Jalar dan Cara Pengendalian Terpadu

Pengendalian hama ubi jalar secara efektif membutuhkan diagnosis dini berdasarkan gejala pada batang, daun, dan umbi serta penerapan teknik budidaya yang tepat.

Jawaban singkat

Serangan hama pada tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas) sering kali menurunkan hasil panen hingga 80 persen jika tidak ditangani dengan diagnosis diferensial yang akurat. Di Indonesia, baik pada musim kemarau maupun musim hujan, hama pemakan umbi dan pembawa virus dapat berkembang pesat. Hama utama seperti kumbang penggerek umbi (Cylas formicarius) dan penggerek batang (Omphisa anastomosalis) menjadi ancaman serius bagi petani di lahan sawah maupun ladang.

Ringkas: Ubi Jalar

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap tanpa genangan
Musim
Sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman pangan yang sangat tangguh di lahan kering maupun sawah bekas padi

Pengendalian hama secara kultur teknis harus dimulai sejak persiapan lahan dan penanaman stek. Petani disarankan melakukan pembumbunan tanah setebal 10 hingga 15 cm sebanyak dua kali, yaitu pada umur 30 hari dan 60 hari setelah tanam. Pembumbunan ini bertujuan untuk menutup retakan tanah agar lalat atau kumbang penggerek tidak dapat masuk dan bertelur di dalam umbi yang sedang membesar.

Pemanfaatan agen hayati dan perangkap fisik sangat disarankan untuk menjaga ekosistem lahan. Pemasangan perangkap feromon seksoid sebanyak 16 hingga 20 buah per hektar efektif menangkap kumbang jantan Cylas formicarius. Penggunaan jamur entomopatogen Beauveria bassiana yang diaplikasikan pada sore hari dengan interval 7 hingga 10 hari sekali juga ampuh menekan populasi larva di dalam tanah.

Jika populasi hama melebihi ambang ekonomi, intervensi kimiawi dapat dilakukan secara bijak dan terukur. Penggunaan pestisida harus disesuaikan dengan jenis hama sasaran, tanpa melebihi frekuensi aplikasi yang disarankan pada kemasan. Selalu konsultasikan pemilihan bahan aktif dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat agar tidak menimbulkan resistensi hama.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kumbang Bolok (Cylas formicarius)

Ciri: Umbi berlubang-lubang kecil, berwarna kehitaman, berbau menyengat, dan terasa pahit saat dikonsumsi.

Solusi: Lakukan pembumbunan tanah secara berkala, gilir tanaman dengan padi atau palawija non-inang setiap 3-4 bulan, dan pasang perangkap feromon.

Penggerek Batang (Omphisa anastomosalis)

Ciri: Pangkal batang membengkak, layu tiba-tiba, terdapat kotoran seperti serbuk gergaji pada bekas gigitan.

Solusi: Potong dan musnahkan bagian batang yang terinfeksi, gunakan stek bebas hama, dan semprot agen hayati Beauveria bassiana.

Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Ciri: Daun berlubang tidak teratur hingga tersisa tulang daun, terdapat kelompok telur tertutup bulu halus di balik daun.

Solusi: Kumpulkan ulat secara manual pada pagi hari, manfaatkan musuh alami seperti parasitoid, dan semprotkan pestisida hayati.

Kutu Kebul dan Kutu Daun

Ciri: Daun melengkung ke atas, pertumbuhan tanaman kerdil, terdapat lapisan embun jelaga hitam pada permukaan daun.

Solusi: Semprotkan sabun kalium atau minyak mimba secara merata di bawah permukaan daun setiap 5-7 hari sekali.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi lahan dengan membersihkan sisa-sisa tanaman ubi jalar periode sebelumnya dan gulma di sekitar area tanam.
  2. Gunakan stek batang yang sehat sepanjang 20-25 cm dari tanaman induk yang bebas dari gejala serangan hama dan penyakit.
  3. Lakukan pembumbunan tanah pada umur 30 dan 60 hari setelah tanam untuk menutup retakan tanah tempat masuknya hama umbi.
  4. Pasang perangkap feromon atau perangkap kuning perekat pada ketinggian 50 cm di atas permukaan tanah untuk memantau populasi hama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa umbi ubi jalar saya berbau pahit dan berlubang?

Hal tersebut disebabkan oleh serangan kumbang bolok (Cylas formicarius) yang larva-larvanya menggerek bagian dalam umbi dan memicu pembentukan senyawa furanoterpenoid yang pahit.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan pembumbunan tanah?

Pembumbunan ideal dilakukan dua kali, yaitu pada umur 30 hari dan 60 hari setelah tanam, atau saat terlihat retakan tanah di sekitar pangkal tanaman.

Apakah hama penggerek batang bisa dimatikan dengan menyiram air?

Penyiraman tidak efektif mematikan larva di dalam batang, namun menjaga kelembapan tanah dapat mencegah pembengkakan dan kerusakan yang lebih parah.

Bagaimana cara membedakan serangan ulat grayak dengan penggerek batang?

Ulat grayak memakan helai daun hingga berlubang dari luar, sedangkan penggerek batang masuk ke dalam jaringan batang dan meninggalkan kotoran seperti serbuk gergaji.

Lebih lanjut tentang Ubi Jalar

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.