Penyebab utama ubi jalar layu terbagi menjadi faktor patogen dan faktor lingkungan. Infeksi patogen seperti jamur Fusarium oxysporum dan bakteri Ralstonia solanacearum sering kali menginfeksi pembuluh vaskuler tanaman melalui luka di akar. Jika infeksi terjadi pada umur tanaman 30 hingga 60 hari setelah tanam, pembentukan umbi akan terganggu total dan potensi kehilangan hasil panen dapat mencapai 50 hingga 80 persen.
Selain patogen, serangan hama penggerek batang atau hama lanas (Cylas formicarius) serta stres air akibat musim kemarau juga menunjukkan gejala ubi jalar layu. Hama lanas membuat saluran di dalam pangkal batang dan umbi, sehingga menyumbat aliran nutrisi. Sementara itu, kelayuan akibat kekeringan biasanya ditandai dengan daun yang menguncup pada siang hari pukul 12.00 tetapi segar kembali saat pagi hari pukul 06.00.
Penanganan ubi jalar layu memerlukan kombinasi teknik budidaya yang tepat dan sanitasi lahan yang ketat. Lakukan penyiraman secara berkala sebanyak 2 kali seminggu pada musim kemarau dengan volume 10 hingga 15 liter per meter persegi bedengan. Jika kelayuan disebabkan oleh patogen menular, segera cabut dan bakar tanaman yang sakit, lalu taburkan kapur pertanian sebanyak 100 gram per lubang bekas tanaman untuk menetralkan area tanah tersebut.






