Diagnosis yang akurat sangat diperlukan di lapangan sebelum pekebun melakukan tindakan penanganan atau pemupukan susulan pada lahan ubi jalar. Gejala daun menguning akibat kekurangan pasokan air biasanya ditandai dengan layu di siang hari dan warna kuning yang merata pada daun bagian bawah, sementara serangan hama penghisap daun seperti kutu kebul atau tungau meninggalkan bercak kuning kusam disertai keberadaan koloni hama di permukaan bawah daun. Di sisi lain, kekurangan hara makro seperti nitrogen menunjukkan gejala kuning pada daun tua sedangkan daun muda tetap hijau, dan defisiensi magnesium memperlihatkan pola menguning di antara tulang daun yang masih tampak hijau.
Penanganan yang tepat harus disesuaikan dengan hasil diagnosis diferensial di lahan agar tidak salah sasaran dalam memberikan perlakuan agronomis. Untuk mengatasi stres kekeringan di musim kemarau, pekebun dianjurkan melakukan penyiraman buatan secara intensif sebanyak dua hingga tiga kali seminggu pada pagi atau sore hari, serta mengaplikasikan mulia organik dari jerami padi setebal lima sentimeter untuk menekan penguapan air tanah. Apabila masalahnya disebabkan oleh serangan hama vektor virus atau kutu kebul, tindakan sanitasi gulma di sekitar bedengan dan pemasangan perangkap lekat berwarna kuning menjadi langkah pencegahan yang sangat efektif untuk memutus siklus hidup hama tanpa harus bergantung pada pestisida kimia sintetis.
Pencegahan jangka panjang untuk musim kemarau berikutnya dapat dilakukan dengan menerapkan sistem rotasi tanaman secara teratur dan pemilihan varietas ubi jalar unggul yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap kekeringan. Petani juga perlu melakukan pemupukan berimbang dengan memberikan pupuk kandang matang sebanyak sepuluh ton per hektar pada awal pengolahan tanah untuk memperbaiki struktur fisik dan kapasitas retensi air tanah. Dengan pemeliharaan yang disiplin dan pemantauan kondisi tajuk setiap tiga hari sekali, produktivitas ubi jalar dapat dipertahankan secara optimal meskipun dibudidayakan di tengah tantangan cuaca kemarau yang ekstrem.