Ubi Jalar, Daun Ubi Jalar Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ryutaro Tsukata / Pexels

Daun Ubi Jalar Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala daun ubi jalar kuning pada musim kemarau umumnya disebabkan oleh kekeringan, kekurangan hara nitrogen, serta serangan hama penghisap seperti tungau dan kutu daun.

Jawaban singkat

Masalah daun ubi jalar kuning sering terjadi saat memasuki musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia. Pada fase vegetatif awal hingga pertengahan, yaitu umur 30 sampai 60 hari setelah tanam, ubi jalar sangat peka terhadap ketersediaan air. Jika kadar air di dalam tanah guludan turun di bawah 40 persen, proses pembentukan klorofil terganggu sehingga daun-daun tua di bagian pangkal mulai berubah warna menjadi kuning kekuningan.

Ringkas: Ubi Jalar

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap tanpa genangan
Musim
Sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman pangan yang sangat tangguh di lahan kering maupun sawah bekas padi

Selain faktor air, ketidakseimbangan nutrisi di dalam tanah menjadi pemicu utama klorosis. Defisiensi unsur hara nitrogen ditandai dengan perubahan warna kuning yang merata pada daun tua di umur 45 hingga 75 hari. Sementara itu, kekurangan unsur kalium memicu timbulnya warna kuning pada tepi helai daun yang lambat laun mengering seperti terbakar. Pemberian pupuk kompos matang sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar sebelum tanam sangat efektif menjaga ketersediaan hara ini.

Kondisi cuaca panas dengan suhu udara di atas 30 derajat Celsius pada musim kemarau juga memicu ledakan populasi hama penghisap. Tungau merah (Tetranychus spp.) dan kutu daun (Aphis gossypii) sering bersembunyi di balik permukaan daun ubi jalar. Hama ini mengisap cairan sel daun, meninggalkan bercak-bercak kuning mikroskopis yang lama-kelamaan menyatu hingga seluruh daun menguning, menggulung, dan gugur sebelum waktunya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, penyiraman teratur harus dilakukan sebanyak 1 hingga 2 liter per lubang tanam setiap 2 sampai 3 hari sekali pada pagi hari. Penutupan guludan menggunakan mulsa jerami setebal 5 cm sangat dianjurkan untuk menekan penguapan air tanah. Jika ditemukan indikasi serangan hama, semprotkan agens hayati Beauveria bassiana atau larutan sabun kalium secara merata pada bagian bawah daun untuk mengendalikan populasi hama.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan Air (Stres Kekeringan)

Ciri: Daun tua bagian bawah menguning mendadak, tanaman tampak layu pada jam 11 hingga 14 siang, dan tanah guludan memadat atau pecah-pecah.

Solusi: Lakukan penyiraman rutin 1 sampai 2 liter per tanaman setiap 2 hari pada pagi hari dan pasang mulsa jerami di atas guludan.

Defisiensi Unsur Hara Nitrogen

Ciri: Warna kuning menyebar merata dari daun paling tua dekat pangkal batang tanpa bercak, sedangkan tulang daun ikut memucat.

Solusi: Berikan kocoran pupuk organik cair atau air lindi terdekomposisi sebanyak 200 ml per tanaman setiap 14 hari sekali.

Serangan Tungau Merah (Tetranychus spp.)

Ciri: Terdapat bintik-bintik kuning halus pada permukaan atas daun, benang jaring halus di balik daun, dan daun terasa kaku.

Solusi: Semprot permukaan bawah daun dengan semprotan air bertekanan atau larutan sabun kalium pada sore hari setiap 5 hari sekali.

Infeksi Virus SPFMV (Sweet Potato Feathery Mottle Virus)

Ciri: Daun menguning membentuk pola bercak menyerupai bulu, ukuran daun mengecil (kerdik), dan pertumbuhan ruas batang terhambat.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi parah, serta kendalikan vektor kutu daun menggunakan agens hayati.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan visual pada seluruh lahan ubi jalar untuk mengidentifikasi apakah warna kuning muncul di daun tua atau daun muda.
  2. Periksa kelembapan tanah guludan dengan menancapkan kayu setinggi 10 cm; jika kering, segera lakukan penyiraman 1-2 liter per tanaman.
  3. Gunakan kaca pembesar untuk memeriksa balik daun guna memastikan ada atau tidaknya koloni tungau dan kutu daun.
  4. Pangkas daun tua yang telah menguning lebih dari 80 persen untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghemat nutrisi tanaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun ubi jalar yang sudah menguning bisa kembali hijau?

Daun tua yang sudah menguning secara penuh tidak bisa kembali hijau, namun perawatan yang tepat akan mencegah daun muda ikut menguning.

Mengapa daun ubi jalar menguning saat memasuki fase pembentukan umbi?

Pada umur 60 hingga 90 hari, tanaman mengalihkan fokus nutrisi ke umbi sehingga wajar jika beberapa daun tua paling bawah menguning dan gugur secara alami.

Bagaimana membedakan kuning akibat kurang air dan kurang nitrogen?

Gejala kurang air disertai tanaman layu di siang hari dan daun melengkung, sedangkan kurang nitrogen menyebabkan daun tua menguning merata tanpa kelayuan.

Apakah pucuk daun ubi jalar yang agak kuning aman dikonsumsi sebagai lalapan?

Pucuk yang memucat akibat kurang air masih aman dikonsumsi, namun hindari memetik daun dari tanaman yang menunjukkan gejala infeksi virus atau terserang hama.

Lebih lanjut tentang Ubi Jalar

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.