Fase vegetatif awal dimulai sejak tanam hingga umur 30 hari setelah tanam (HST). Pada tahap olah tanah atau umur 0 HST, berikan pupuk organik matang sebanyak 10 sampai 15 ton per hektar sebagai pupuk dasar. Selanjutnya, pada umur 10 sampai 14 HST, lakukan pemupukan susulan pertama menggunakan pupuk NPK seimbang dosis ringan untuk merangsang pembentukan akar dan tunas batang yang kokoh.
Fase inisiasi umbi berlangsung pada umur 30 sampai 60 HST, di mana akar mulai menebal dan berubah menjadi umbi. Pada fase ini, kurangi porsi unsur Nitrogen dan tingkatkan unsur Fosfor serta Kalium. Lakukan pemupukan susulan kedua pada umur 30 sampai 35 HST yang diimbangi dengan kegiatan pembumbunan tanah agar guludan tetap tinggi dan menutup calon umbi dari paparan sinar matahari langsung.
Fase pengisian dan pematangan umbi terjadi pada umur 60 hingga 90 HST. Pada periode ini, pemupukan berfokus penuh pada unsur Kalium tinggi untuk mengalirkan karbohidrat dari daun ke dalam umbi. Pengairan harus dikurangi secara bertahap mulai umur 90 HST dan dihentikan total 2 minggu sebelum panen yang biasanya jatuh pada umur 110 sampai 120 HST.





