Penyakit utama yang sering menyerang tanaman porang meliputi busuk batang, layu bakterial, bercak daun cercospora, dan busuk umbi yang disebabkan oleh serangan cendawan Sclerotium rolfsii maupun Fusarium sp. Gejala awal biasanya terlihat dari perubahan warna daun menjadi kekuningan, timbulnya bercak cokelat kehitaman pada pelepah, hingga batang melunak dan roboh hanya dalam waktu 3 sampai 5 hari setelah terinfeksi.
Pencegahan dan pengendalian penyakit porang harus dilakukan secara terpadu melalui sanitasi lahan, pengaturan drainase, serta pemberian agens hayati seperti Trichoderma sp. sebanyak 50 gram per lubang tanam saat pemupukan dasar. Ketika musim kemarau memasuki bulan Mei hingga Agustus, pembersihan sisa-sisa tanaman sakit harus segera dilakukan agar inokulum penyakit tidak bertahan di dalam tanah hingga musim tanam berikutnya.
Pengaplikasian fungisida atau bakterisida anorganik hanya dijadikan langkah terakhir saat tingkat serangan penyakit melampaui ambang ekonomi 5 persen dari total populasi tanaman. Petani disarankan untuk selalu mematuhi petunjuk pada label kemasan dan berkonsultasi dengan penyuluh pertanian setempat guna memilih bahan aktif yang tepat serta aman bagi lingkungan.