Persiapan lahan dilakukan dengan mencangkul tanah hingga gembur dan membuat bedengan setinggi 30 hingga 40 centimeter dengan lebar 60 centimeter agar umbi memiliki ruang tumbuh yang optimal. Campurkan pupuk kandang matang sebanyak 1 kilogram per meter panjang bedengan ke dalam tanah untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro selama fase vegetatif awal. Di musim hujan, pembuatan drainase atau parit keliling yang dalam sangat penting untuk mencegah genangan air yang membusukkan umbi.
Tanam stek batang secara miring dengan membenamkan sepertiga hingga setengah bagian tengah batang ke dalam tanah di atas bedengan dengan jarak 30 centimeter antar tanaman. Lakukan penyiraman secara rutin dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama minggu pertama setelah tanam hingga tunas baru muncul dan terlihat segar. Setelah tanaman berumur satu bulan, lakukan penyiangan gulma sekaligus pembumbunan ulang untuk menutup pangkal batang agar merangsang pembentukan umbi yang lebih banyak.
Tanaman ubi jalar siap dipanen saat umur tanaman mencapai 3,5 hingga 4 bulan setelah tanam, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan mengering secara alami. Pemanenan dilakukan dengan cara mencangkul hati-hati di sekitar rumpun agar kulit umbi tidak lecet atau terluka yang dapat menurunkan kualitas simpan. Setelah dipanen, angin-anginkan umbi di tempat yang teduh dan kering selama beberapa hari sebelum disimpan atau dipasarkan.