Ubi Jalar, Cara Merawat Ubi Jalar Agar Subur dan Hasil Umbi Melimpah
Ryutaro Tsukata / Pexels

Cara Merawat Ubi Jalar Agar Subur dan Hasil Umbi Melimpah

Panduan praktis merawat tanaman ubi jalar mulai dari pengolahan tanah, pemangkasan sulur, hingga pemupukan agar memanen umbi yang besar dan bebas hama.

Jawaban singkat

Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan tanaman pangan bernutrisi tinggi yang dapat ditanam sepanjang tahun di Indonesia, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Kunci keberhasilan budidaya ubi jalar terletak pada pengolahan guludan tanah yang gembur dengan ketinggian 30 hingga 40 cm serta lebar 50 cm. Pengolahan tanah yang baik memungkinkan akar berkembang menjadi umbi berukuran besar tanpa hambatan struktur tanah yang keras.

Ringkas: Ubi Jalar

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap tanpa genangan
Musim
Sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman pangan yang sangat tangguh di lahan kering maupun sawah bekas padi

Penyiraman ubi jalar perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhannya. Pada umur 1 hingga 30 hari setelah tanam (HST), lakukan penyiraman setiap 1 hingga 2 hari sekali untuk menjaga kelembapan stek. Setelah tanaman berumur lebih dari 1 bulan, penyiraman cukup dilakukan 3 hingga 5 hari sekali pada musim kemarau, dan kurangi penyiraman saat musim hujan agar tanah tidak tergenang yang dapat memicu pembusukan umbi.

Pemupukan susulan sangat menentukan bobot dan kualitas panen. Pada umur 2 hingga 3 minggu HST, berikan pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 500 gram per tanaman atau pupuk susulan bernitrogen sedang. Selanjutnya, pada umur 45 hingga 60 HST, fokuskan pemupukan pada unsur kalium tinggi untuk merangsang pembesaran umbi dan meningkatkan kadar gula alami ubi jalar.

Perawatan rutin yang wajib dilakukan adalah pembalikkan atau pemangkasan sulur pada umur 45 dan 75 HST. Langkah ini bertujuan mencegah sulur membentuk akar baru di ruas batang yang dapat menyerap nutrisi, sehingga energi tanaman tetap terfokus penuh untuk membesarkan umbi utama di dalam tanah hingga siap dipanen pada umur 3,5 sampai 4 bulan.

Langkah-langkah

  1. Pengolahan Tanah dan Pembentukan Guludan: Buat guludan setinggi 30 hingga 40 cm dengan jarak antar guludan 80 hingga 100 cm, lalu campurkan kompos matang secara merata.
  2. Penanaman Stek Berkualitas: Gunakan stek batang sepanjang 20 hingga 25 cm yang sehat, benamkan 2/3 bagian stek ke dalam guludan dengan posisi miring 45 derajat.
  3. Pembersihan Gulma dan Pembumbunan: Bersihkan gulma pada umur 2 dan 5 minggu HST, lalu naikkan kembali tanah guludan yang tererosi air untuk menutup calon umbi.
  4. Pembalikkan Sulur Berkelanjutan: Angkat dan balikkan sulur tanaman pada umur 45 dan 75 HST agar akar adventif tidak tumbuh liar di sepanjang sulur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama ubi jalar bisa dipanen sejak tanam?

Ubi jalar umumnya dapat dipanen pada umur 3,5 hingga 4 bulan atau sekitar 100 sampai 120 hari setelah tanam tergantung varietasnya.

Mengapa umbi ubi jalar saya berukuran kecil dan kurus?

Penyebab utamanya adalah struktur tanah yang terlalu padat, kekurangan pupuk kalium, atau sulur tidak dibalik sehingga nutrisi terbagi ke akar-akar baru di luar umbi utama.

Apakah daun ubi jalar aman untuk dikonsumsi?

Ya, pucuk daun ubi jalar muda sangat aman dan bergizi tinggi untuk dikonsumsi sebagai sayuran rebus atau tumisan.

Bagaimana cara mencegah hama boleng pada ubi jalar?

Lakukan pemutaran atau rotasi tanaman, jaga guludan tetap tebal tertutup tanah, dan pangkas atau balikkan sulur secara teratur.

Lebih lanjut tentang Ubi Jalar

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.