Persiapan lahan dilakukan dengan mencangkul sedalam 20–30 cm, membuat bedengan selebar 1 meter dan tinggi 30 cm untuk menghindari genangan. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 10–15 ton per hektar (atau 2–3 kg per meter persegi untuk pekarangan) dan NPK 15-15-15 sebanyak 300–400 kg per hektar (30–40 gram per tanaman). Stek batang sepanjang 20–25 cm dengan 3–4 ruas ditanam miring 45° dengan 2 ruas di dalam tanah. Jarak tanam ideal 30×80 cm atau 25×100 cm untuk populasi 30.000–40.000 tanaman per hektar.
Perawatan meliputi penyiraman secukupnya: 2–3 kali seminggu pada musim kemarau, kurangi saat hujan. Lakukan pembumbunan (menimbun pangkal batang) pada umur 3–4 minggu setelah tanam untuk merangsang pembentukan umbi. Pemupukan susulan diberikan saat umur 3–4 minggu dengan KCL 100 kg per hektar (10 gram per tanaman) dan 6–8 minggu dengan NPK 100 kg per hektar. Pengendalian gulma dilakukan manual atau mulsa jerami setebal 5–10 cm untuk menekan gulma dan menjaga kelembaban.
Panen ubi jalar dilakukan saat umur 3–4 bulan, tergantung varietas. Ciri siap panen: daun mulai menguning, batang mengering, dan umbi telah membesar. Panen dengan hati-hati menggunakan garpu atau cangkul agar umbi tidak terluka. Hasil panen bisa mencapai 20–30 ton per hektar pada varietas unggul. Simpan ubi jalar di tempat teduh dan kering dengan suhu 12–15°C agar tahan hingga 2–3 minggu.