Untuk busuk umbi, penyebab utamanya adalah drainase lahan yang buruk, penanaman di lahan bekas tanaman terinfeksi, dan luka pada umbi saat panen atau pengangkutan. Ciri pembeda busuk bakteri adalah bau busuk yang menyengat dan lendir, sedangkan busuk jamur lebih kering dengan miselium putih atau merah muda. Pengendalian dilakukan dengan memilih bibit umbi sehat (tidak ada luka atau busuk), merotasi tanaman dengan bukan famili Araceae minimal 2 tahun, memperbaiki drainase lahan dengan membuat bedengan tinggi (30-40 cm), dan menghindari genangan air saat musim hujan. Jika ditemukan tanaman sakit, segera cabut dan bakar umbi yang terinfeksi, lalu taburkan kapur dolomit di lubang tanam (sekitar 1 genggam per lubang).
Untuk bercak daun, penyebabnya adalah kelembaban tinggi dan curah hujan tinggi pada musim hujan (Oktober-Maret). Ciri pembeda bercak daun Colletotrichum adalah bercak coklat dengan tepi kuning, sedangkan Cercospora menghasilkan bercak abu-abu dengan tepi ungu. Pengendalian dilakukan dengan menjaga jarak tanam (minimal 50x50 cm) agar sirkulasi udara baik, memangkas daun yang terserang dan membakarnya, serta menghindari penyiraman dari atas. Pada musim hujan, lakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif tembaga atau mancozeb sesuai dosis pada label, dengan interval 7-10 hari jika gejala muncul. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk pemilihan fungisida yang tepat.
Pencegahan penyakit suweg paling efektif adalah dengan menerapkan budidaya sehat: gunakan bibit bersertifikat atau umbi yang sudah disimpan 1-2 bulan setelah panen (masa dormansi), olah lahan dengan baik (bajak sedalam 30 cm), beri pupuk kandang matang (10-15 ton/ha) dan pupuk NPK (200-300 kg/ha) sesuai rekomendasi setempat. Lakukan penyiangan rutin setiap 2 minggu untuk mengurangi gulma yang menjadi inang patogen. Setelah panen, umbi disimpan di tempat kering dan berventilasi baik. Jika serangan penyakit parah (lebih dari 30% tanaman), segera bawa sampel umbi atau daun ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat untuk diagnosis laboratorium.