Tahap awal cara menanam quinoa dimulai dari penyiapan lahan yang bersih dari gulma. Campurkan 5 hingga 10 kilogram pupuk kandang matang per meter persegi lahan, atau sekitar 200 gram per lubang tanam jika menggunakan pot berdiameter 30 sentimeter. Biji quinoa ditanam langsung tanpa disemai terlebih dahulu pada kedalaman 0,5 hingga 1 sentimeter dengan jarak tanam 30 x 40 sentimeter. Dalam kondisi tanah lembap, benih biasanya akan berkecambah dalam waktu 3 sampai 5 hari.
Pemeliharaan rutin fokus pada penyiraman dan pengendalian gulma pada fase awal pertumbuhan. Penyiraman dilakukan 1 hingga 2 kali seminggu, pastikan air tidak tergenang karena akar quinoa sangat rentan terhadap pembusukan. Pemupukan susulan dapat diberikan pada minggu ketiga dan kelima setelah tanam menggunakan pupuk organik cair atau pembenah tanah. Penyiangan gulma sangat penting pada 30 hari pertama karena pertumbuhan awal tanaman quinoa relatif lambat.
Tanaman quinoa siap dipanen pada umur 90 hingga 120 hari setelah tanam, ditandai dengan daun yang mulai menguning atau kemerahan lalu rontok. Pemanenan ideal dilakukan saat malai bunga mengering di awal musim kemarau agar bulir tidak membusuk. Pascapanen, bulir harus dirontokkan, dikeringkan di bawah sinar matahari selama 2 sampai 3 hari, lalu dicuci bersih dengan air mengalir beberapa kali untuk menghilangkan lapisan saponin yang terasa pahit sebelum disimpan.