Cara Menanam Quinoa dari Awal sampai Panen

Panduan praktis budidaya quinoa di Indonesia mulai dari penyiapan benih, perawatan harian, hingga proses pembersihan saponin saat panen.

Jawaban singkat

Quinoa (Chenopodium quinoa) merupakan tanaman pangan kaya gizi asal Pegunungan Andes yang kini dapat dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini tumbuh paling optimal di wilayah dataran tinggi dengan ketinggian di atas 700 meter di atas permukaan laut yang memiliki suhu sejuk antara 15 hingga 25 derajat Celsius. Meskipun tahan terhadap kondisi kering, quinoa memerlukan tanah yang gembur dengan tingkat keasaman pH 6,0 sampai 7,5 agar sistem perakarannya dapat berkembang dengan baik.

Ringkas: Quinoa

Cahaya
Sinar matahari penuh (6-8 jam per hari)
Penyiraman
Sedang, tahan kering, hindari tanah tergenang
Musim
Awal musim kemarau
Tingkat Kesulitan
Sedang

Perlu pencucian saponin sampai bersih setelah dipanen

Tahap awal cara menanam quinoa dimulai dari penyiapan lahan yang bersih dari gulma. Campurkan 5 hingga 10 kilogram pupuk kandang matang per meter persegi lahan, atau sekitar 200 gram per lubang tanam jika menggunakan pot berdiameter 30 sentimeter. Biji quinoa ditanam langsung tanpa disemai terlebih dahulu pada kedalaman 0,5 hingga 1 sentimeter dengan jarak tanam 30 x 40 sentimeter. Dalam kondisi tanah lembap, benih biasanya akan berkecambah dalam waktu 3 sampai 5 hari.

Pemeliharaan rutin fokus pada penyiraman dan pengendalian gulma pada fase awal pertumbuhan. Penyiraman dilakukan 1 hingga 2 kali seminggu, pastikan air tidak tergenang karena akar quinoa sangat rentan terhadap pembusukan. Pemupukan susulan dapat diberikan pada minggu ketiga dan kelima setelah tanam menggunakan pupuk organik cair atau pembenah tanah. Penyiangan gulma sangat penting pada 30 hari pertama karena pertumbuhan awal tanaman quinoa relatif lambat.

Tanaman quinoa siap dipanen pada umur 90 hingga 120 hari setelah tanam, ditandai dengan daun yang mulai menguning atau kemerahan lalu rontok. Pemanenan ideal dilakukan saat malai bunga mengering di awal musim kemarau agar bulir tidak membusuk. Pascapanen, bulir harus dirontokkan, dikeringkan di bawah sinar matahari selama 2 sampai 3 hari, lalu dicuci bersih dengan air mengalir beberapa kali untuk menghilangkan lapisan saponin yang terasa pahit sebelum disimpan.

Langkah-langkah

  1. Pengolahan Lahan: Gemburkan tanah dan campurkan kompos matang sebanyak 5-10 kg per meter persegi, lalu buat bedengan dengan drainase yang baik.
  2. Penanaman Benih: Tanam biji langsung pada kedalaman 0,5-1 cm dengan jarak tanam 30x40 cm, lalu siram tipis untuk menjaga kelembapan.
  3. Perawatan Rutin: Siram 1-2 kali seminggu, bersihkan rumput liar pada 30 hari pertama, dan berikan pupuk susulan pada minggu ke-3 dan ke-5.
  4. Pemanenan dan Pascapanen: Potong malai yang mengering pada umur 90-120 hari, rontokkan bulirnya, jemur hingga kering, lalu cuci bersih lapisan saponinnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah quinoa bisa ditanam di dataran rendah?

Quinoa tetap dapat tumbuh di dataran rendah, namun pembentukan bulirnya kurang maksimal dibanding jika ditanam di dataran tinggi yang sejuk.

Mengapa biji quinoa terasa pahit saat dimasak?

Biji quinoa alami terlapisi senyawa saponin yang pahit. Cuci dan gosok biji di bawah air mengalir beberapa kali hingga busanya hilang sebelum dimasak.

Berapa lama waktu dari tanam sampai panen quinoa?

Tanaman quinoa umumnya siap dipanen dalam waktu 90 hingga 120 hari setelah tanam tergantung varietas dan kondisi lingkungan.

Apakah quinoa bisa ditanam di dalam pot atau polybag?

Bisa, gunakan pot atau polybag berdiameter minimal 30 cm dengan media tanam campuran tanah, kompos, dan arang sekam.

Lebih lanjut tentang Quinoa

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.