Pemeliharaan rutin sangat penting untuk memastikan pembentukan rumpun yang kokoh. Lakukan penyulaman pada umur 7 hingga 14 hari setelah tanam untuk mengganti benih yang tidak tumbuh. Pengairan perlu dilakukan 2 sampai 3 hari sekali selama satu bulan pertama, lalu dikurangi menjadi seminggu sekali saat memasuki musim kemarau. Lakukan penyiangan gulma dan pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang pada umur 30 hari dan 60 hari setelah tanam agar batang berdiri kuat dan perakaran berkembang maksimal.
Pemupukan susulan dan perlindungan tanaman dilakukan untuk menjaga produktivitas biji. Berikan pupuk organik cair atau pupuk susulan kompos pada umur 30 dan 60 hari setelah tanam sesuai panduan baku lahan setempat. Waspadai serangan hama ulat grayak pada daun dan walang sangit saat fase pembentukan bulir, serta penyakit bercak daun yang sering muncul pada musim hujan saat kelembapan udara sangat tinggi. Lakukan sanitasi kebun secara berkala untuk menekan populasi hama.
Pemanenan hanjeli dilakukan ketika tanaman memasuki umur 4 hingga 6 bulan atau sekitar 120 sampai 180 hari setelah tanam. Ciri tanaman siap panen adalah ketika 80 persen bulir pada malai telah mengeras dan berwarna kehitaman atau putih mengilap tergantung varietasnya. Potong malai menggunakan sabit, kemudian jemur di bawah terik matahari selama 3 hingga 5 hari hingga kadar air turun mencapai 12 hingga 14 persen sebelum dilanjutkan ke proses penyosohan dan penyimpanan.