Posisikan bibit umbi ganyong secara miring atau tegak dengan mata tunas menghadap ke atas pada kedalaman 5 hingga 10 cm dari permukaan tanah, lalu tutup halus dengan tanah gembur. Lakukan penyiraman secara rutin 1 sampai 2 kali seminggu jika kondisi cuaca kering, terutama pada 2 bulan pertama masa pertumbuhan vegetatif. Penyiangan gulma dilakukan secara berkala setiap 3 minggu sekali agar nutrisi tanah terserap optimal oleh bibit yang mulai bertunas.
Lakukan pembumbunan tanah di sekitar rumpun ganyong pada umur 3 dan 6 bulan setelah tanam untuk merangsang pembentukan umbi yang besar serta mencegah umbi menyembul keluar tanah. Tambahkan kompos atau pupuk organik susulan sebanyak 1 kg per rumpun bersamaan dengan proses pembumbunan tersebut. Ganyong memiliki ketahanan tinggi terhadap naungan hingga 30 persen, sehingga cocok ditanam secara tumpang sari di bawah tegakan pohon buah atau tanaman perkebunan.
Tanaman ganyong siap dipanen pada umur 8 hingga 12 bulan setelah tanam, ditandai dengan perubahan warna daun yang mulai menguning dan mengering alami. Pembongkaran umbi dilakukan secara perlahan menggunakan garpu tanah pada radius 30 cm dari pangkal batang agar umbi tidak rusak atau terpotong. Dari satu lubang tanam, Anda dapat memperoleh hasil panen umbi segar sebanyak 2 hingga 5 kg yang siap diolah menjadi pati ganyong, rebusan, atau olahan pangan sehat lainnya.