Persiapan lahan dilakukan minimal 1 hingga 2 minggu sebelum penanaman dengan mencangkul tanah sedalam 30 cm agar gembur. Buatlah lubang tanam berukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm dengan jarak tanam ideal 80 cm x 80 cm. Campurkan 2 kg pupuk kandang matang atau kompor organik ke dalam setiap lubang tanam sebagai nutrisi dasar untuk merangsang pembentukan akar dan tunas awal.
Perawatan rutin dilakukan dengan membasmi gulma setiap 3 hingga 4 minggu sekali, terutama pada 3 bulan pertama saat vegetatif. Lakukan pembumbunan atau penimbunan tanah di sekitar pangkal batang semu setiap dua bulan sekali untuk memperkokoh posisi tanaman sekaligus memberikan ruang yang luas bagi umbi di dalam tanah untuk terus membesar. Pasokan air harus dijaga tetap lembap pada fase pertumbuhan dan dikurangi saat memasuki fase matang.
Masa panen suweg umumnya jatuh pada bulan ke-7 hingga ke-9 setelah tanam, yaitu sekitar bulan Mei hingga Juli saat memasuki musim kemarau. Tanda utama suweg siap panen adalah berhentinya pertumbuhan vegetatif yang ditandai dengan batang semu dan daun yang menguning, rebah, lalu mengering secara alami. Gali tanah di sekitar umbi secara perlahan menggunakan cangkul agar kulit umbi tidak terluka saat diangkat.