Pemilihan bibit dapat menggunakan umbi cabutan atau bulbil (katak) yang didapat dari ketiak daun porang. Bibit katak berukuran 10 hingga 20 gram per butir dianjurkan untuk ditanam pada kedalaman 5 sampai 8 cm di atas bedengan. Setiap lubang tanam perlu ditambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 2 kg per lubang tanam atau setara 10 hingga 15 ton per hektar sebagai penyedia nutrisi dasar.
Perawatan intensif dilakukan selama masa vegetatif, yaitu bulan Desember hingga April. Penyiangan gulma rutin dilakukan setiap 3 hingga 4 minggu sekali agar nutrisi tanah tidak berebut. Pembumbunan atau penutupan pangkal batang dengan tanah dilakukan 2 kali semusim untuk menutupi umbi yang membesar. Porang membutuhkan naungan sekitar 40 hingga 50 persen, sehingga sangat cocok ditanam di bawah tegakan pohon sengon, mahoni, atau jati.
Tanaman porang akan mengalami fase dormansi saat memasuki musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus, ditandai dengan daun yang menguning dan batang yang rebah ke tanah. Panen katak dilakukan pada akhir musim hujan pertama di bulan April atau Mei. Sementara itu, pemanenan umbi utama paling ideal dilakukan pada akhir musim kemarau tahun kedua (umur 18 hingga 24 bulan) dengan bobot umbi rata-rata mencapai 2 hingga 3 kg per tanaman.