Persiapan lahan dimulai dengan pengolahan tanah sedalam 20-30 cm, tambahkan pupuk kandang 10-15 ton/ha atau kompos 5 ton/ha 2 minggu sebelum tanam. Benih direndam air hangat (50°C) selama 15 menit untuk mematahkan dormansi, lalu dikeringkan. Tanam dengan jarak 20 cm antar baris dan 5-10 cm dalam barisan, kedalaman 2-3 cm. Dosis benih sekitar 80-100 kg/ha untuk hasil optimal.
Pemupukan susulan dilakukan saat tanaman berumur 21-28 hari dengan Urea 100-150 kg/ha dan KCl 50 kg/ha, diaplikasikan di samping barisan. Penyiangan manual dilakukan 2 kali, pada umur 3-4 minggu dan 6-7 minggu. Pengairan diberikan 2-3 hari sekali jika tidak hujan, terutama saat fase anakan dan pengisian biji. Oats cukup tahan kekeringan, namun kekurangan air saat pembungaan menurunkan hasil.
Panen dilakukan setelah 90-120 hari, saat malai menguning 90% dan biji keras. Potong batang 10-15 cm di bawah malai, lalu ikat dan jemur 3-5 hari hingga kadar air 12-14%. Perontokan bisa manual atau dengan mesin perontok. Hasil rata-rata 2-4 ton/ha biji kering. Simpan di tempat kering dengan suhu 10-15°C untuk menjaga kualitas.