Selain faktor abiotik berupa kekeringan, layu pada sorgum di lahan tropis sering kali disebabkan oleh infeksi jamur tular tanah seperti Fusarium atau Macrophomina phaseolina. Patogen ini menyerang sistem pembuluh xilem tanaman, menyumbat aliran air dan nutrisi dari akar ke bagian atas tanaman. Infeksi jamur ini sangat aktif pada tanah yang kering dan panas, membuat gejala layu akibat penyakit sering kali disalahartikan sebagai murni kekurangan air biasa.
Untuk membedakan kedua penyebab utama ini, pekebun harus memeriksa pangkal batang dan kondisi akar secara teliti di lapangan. Kekurangan air murni biasanya membuat tanah sangat kering berdebu dengan akar rapuh tetapi bagian dalam batang masih bersih, sementara serangan jamur pembuluh sering kali menunjukkan jaringan internal batang yang berwarna kecokelatan, membusuk, atau berongga.
Penanganan sorgum layu di Indonesia harus disesuaikan dengan hasil diagnosis lapangan yang tepat guna menyelamatkan sisa hasil panen. Pemberian irigasi selang-seling atau penambahan bahan organik berupa kompos matang sangat dianjurkan untuk memperbaiki retensi air tanah dan menekan aktivitas patogen tular tanah secara alami tanpa merusak keseimbangan ekosistem pertanian.