Langkah awal dalam mengatasi sorgum layu adalah melakukan diagnosis diferensial di areal pertanaman. Amati waktu kemunculan gejala; jika tanaman layu pada terik siang hari namun segar kembali di pagi hari, indikasi kuat mengarah pada stres air atau transpirasi berlebih. Sebaliknya, jika tanaman tetap layu secara permanen sepanjang hari diikuti perubahan warna daun menjadi cokelat tua, kemungkinan besar terdapat gangguan vascular akibat infeksi jamur atau kerusakan mekanis pada sistem perakaran.
Pemberian irigasi darurat dapat dilakukan jika kelayuan murni disebabkan oleh kekeringan, yaitu dengan mengalirkan air ke parit antar-bedengan sebanyak 1 sampai 2 kali seminggu hingga kapasitas lapang. Hindari penggenangan berlebih yang dapat memicu pembusukan akar. Apabila kelayuan disertai busuk pada pangkal batang, segera lakukan eradikasi parsial pada tanaman yang terinfeksi berat guna menekan penyebaran spora patogen ke tanaman sehat di sekitarnya.
Sebagai tindakan preventif jangka panjang, perbaikan struktur tanah dengan aplikasi bahan organik sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar sebelum tanam sangat dianjurkan. Selain itu, rotasi tanaman dengan jenis legum seperti kacang hijau atau kedelai setelah dua musim tanam sorgum berturut-turut terbukti efektif memutus siklus hidup hama tanah dan cendawan penyebab layu di lahan kering.






