Meskipun singkong terkenal tahan kekeringan, kondisi layu yang berkelanjutan selama lebih dari 14 hari tanpa intervensi dapat menurunkan hasil panen umbi hingga 50 persen. Lahan singkong seluas 1 hektar setidaknya membutuhkan pasokan air minimal 100 hingga 150 milimeter per bulan pada masa pembentukan umbi berumur 2 sampai 5 bulan agar metabolisme pembentukan pati tetap berjalan optimal.
Serangan penyakit layu bakteri Xanthomonas sering memuncak saat masa transisi menuju kemarau, ketika kelembapan mikro di sekitar pangkal batang masih tinggi namun suhu udara mulai meningkat panas. Penularan agen penyakit ini sangat cepat melalui alat pertanian yang tidak steril serta bibit stek berumur 8 sampai 10 bulan yang sudah membawa inokulum patogen tanpa gejala fisik awal.
Penanganan gejala layu harus diawali dengan identifikasi yang tepat pada area perakaran dan batang bawah singkong. Jika pemangkasan daun terdampak dilakukan bersamaan dengan pemberian mulsa jerami setebal 7 sampai 10 centimeter, laju penguapan air tanah dapat ditekan secara signifikan sehingga tanaman bertahan hingga masa panen pada umur 9 sampai 12 bulan.






