Untuk memastikan penyebab pasti kelayuan, Anda perlu melakukan pengamatan visual secara cermat dan uji potong batang sederhana. Potong pangkal batang kedelai yang layu sepanjang 3 sampai 5 sentimeter, lalu celupkan ke dalam gelas berisi air bersih selama 5 hingga 10 menit. Jika keluar benang putih seperti asap bening, tanaman terinfeksi bakteri. Namun jika tidak ada cairan bening dan pembuluh kayu berwarna cokelat kekuningan, kemungkinan besar disebabkan oleh serangan cendawan Fusarium.
Pengelolaan lahan pada musim kemarau memerlukan pemberian air yang teratur melalui sistem irigasi leb atau perairan berkala setiap 7 sampai 10 hari sekali. Jangan biarkan tanah pecah-pecah ekstrem karena dapat merusak perakaran halus kedelai. Aplikasi mikroorganisme hayati antagonis seperti Trichoderma atau Pseudomonas fluorescens pada saat olah tanah sebanyak 10 hingga 20 kilogram per hektar sangat efektif menghambat laju patogen tanah secara alami.
Praktik sanitasi lapangan harus diterapkan dengan memusnahkan tanaman yang terinfeksi berat jauh dari area pertanaman. Lakukan rotasi tanaman dengan komoditas bukan inang seperti jagung atau padi sekurang-kurangnya 1 hingga 2 musim tanam berturut-turut. Pola ini mampu menurunkan populasi patogen tanah di lahan hingga di bawah ambang batas kerugian secara berkelanjutan.






