Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur kerap muncul saat musim hujan dengan intensitas hujan harian yang tinggi. Gejala awalnya berupa bintik kecil berwarna cokelat yang lama-kelamaan membesar dan membuat jaringan daun mengering serta berlubang. Jika kelembaban di sekitar pertanaman sangat tinggi, spora jamur akan mudah berpindah melalui percikan air hujan atau angin ke tanaman talas di sekitarnya. Pengendaliannya berfokus pada pengurangan kelembaban mikro di sekitar pertanaman melalui pengaturan jarak tanam yang tidak terlalu rapat.
Selain bercak daun, ancaman busuk umbi dan pangkal batang juga sangat berbahaya karena dapat mematikan seluruh tanaman dalam waktu relatif singkat. Penyakit ini biasanya dipicu oleh kondisi tanah yang tergenang air akibat drainase lahan yang buruk selama musim hujan. Batang bawah yang melunak dan berbau menyengat menandakan adanya infeksi lanjutan dari bakteri tanah. Tindakan preventif seperti membuat paritdrainase yang baik dan membersihkan gulma secara rutin terbukti efektif menekan laju perkembangan patogen.
Penyuluhan pertanian menyarankan agar pekebun selalu menerapkan rotasi tanaman dan menggunakan bibit talas yang sehat bebas dari gejala penyakit. Apabila ditemukan tanaman yang menunjukkan gejala sakit berat, segera cabut dan musnahkan dengan cara dibakar agar tidak menjadi sumber infeksi baru. Penggunaan bahan pengendali kimiawi harus selalu merujuk pada informasi resmi di label kemasan serta berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh lapangan setempat di Balai Penyuluhan Pertanian terdekat.