Talas, Penyakit Talas: Gejala & Cara Mengobati
Daniel Dan / Pexels

Penyakit Talas: Gejala & Cara Mengobati

Penyakit hawa daun dan busuk umbi sering menyerang talas pada musim hujan, namun dapat diatasi dengan diagnosis tepat dan sanitasi lahan yang baik.

Jawaban singkat

Budidaya talas di Indonesia sering menghadapi ancaman penyakit jamur dan bakteri, terutama saat curah hujan tinggi pada periode November hingga Februari. Kelembapan udara di atas 85% dan tanah yang tergenang menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan spora patogen. Serangan penyakit hawa daun yang disebabkan Phytophthora colocasiae dapat menurunkan hasil panen umbi hingga 50% jika tidak diantisipasi sejak awal.

Ringkas: Talas

Cahaya
Sinar matahari penuh
Penyiraman
Tinggi, menyukai tanah basah dan lembap
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pastikan ketersediaan air terjaga terutama pada awal pertumbuhan.

Penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri Erwinia juga sering melanda lahan talas dengan drainase buruk. Dalam waktu 3 sampai 5 hari setelah tergenang air hujan, pangkal pelepah tanaman bisa membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Petani sering kali terlambat menyadari serangan ini karena gejala awal hanya terlihat seperti daun layu biasa di siang hari.

Selain jamur dan bakteri, serangan virus mosaik talas yang ditularkan oleh vektor kutudaun dapat memangkas laju fotosintesis hingga 30%. Tanaman yang terinfeksi virus akan mengalami kerdil permanen dan pembentukan umbi menjadi tidak optimal. Rotasi tanaman dan penggunaan bibit sehat menjadi langkah krusial untuk memutus siklus hidup vektor penyakit ini.

Pencegahan dan pengendalian terpadu harus diterapkan secara konsisten sepanjang musim hujan. Pengaturan jarak tanam ideal 75 cm x 75 cm, pembuatan guludan setinggi 30 hingga 40 cm, serta pemberian agens hayati seperti Trichoderma spp. pada media tanam terbukti efektif menekan perkembangan patogen tular tanah secara signifikan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Hawa Daun (Phytophthora colocasiae)

Ciri: Bercak bersudut kebasah-basahan pada daun yang meluas cepat, mengeluarkan cairan bening kekuningan yang mengering menjadi guratan cokelat, serta terdapat lapisan putih seperti tepung di permukaan bawah daun.

Solusi: Pangkas daun terinfeksi, perbaiki sirkulasi udara dengan memperjarang tajuk, dan aplikasikan agens hayati pengendali jamur secara berkala.

Busuk Lunak Bakteri (Erwinia carotovora)

Ciri: Pangkal pelepah dan umbi membusuk basah, berbau berpotongan sangat busuk dan menyengat, jaringan umbi hancur menjadi bubur, serta tanaman sangat mudah dicabut dari tanah.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman terserang, taburkan kapur pertanian pada bekas lubang tanam, serta buat parit drainase agar air tidak menggenang.

Virus Mosaik Talas (Dasheen Mosaic Virus)

Ciri: Daun mengalami pola bercak hijau muda dan kuning seperti mosaik, tulang daun menebal, bentuk daun mengerut atau terdistorsi, namun tidak ada bagian tanaman yang membusuk basah.

Solusi: Eradikasi tanaman yang menunjukkan gejala virus, kendalikan serangga vektor seperti kutudaun, dan gunakan bibit dari induk yang sehat.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemantauan rutin pada lahan talas minimal 2 kali seminggu selama musim hujan untuk mendeteksi gejala awal infeksi.
  2. Potong dan keluarkan daun atau bagian tanaman yang terinfeksi dari area perkebunan, lalu bakar atau kubur jauh dari lahan.
  3. Perbaiki sistem drainase lahan dengan membuat parit keliling agar air hujan segera mengalir dan tidak menggenangi perakaran talas.
  4. Semprotkan agens hayati seperti Trichoderma spp. atau Bacillus subtilis pada perakaran dan daun sesuai dosis rekomendasi pada label produk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Penyakit apa yang paling sering menyerang talas saat musim hujan?

Penyakit hawa daun yang disebabkan oleh jamur Phytophthora colocasiae adalah yang paling sering dan berbahaya karena sporanya menyebar cepat melalui percikan air hujan.

Apakah umbi talas yang terserang busuk lunak masih bisa dikonsumsi?

Tidak disarankan, karena jaringan umbi yang sudah membusuk akibat bakteri mengalami pembusukan berbau dan berpotensi terkontaminasi mikroorganisme sekunder.

Bagaimana membedakan hawa daun dengan bercak daun biasa pada talas?

Hawa daun Phytophthora memiliki bercak kebasahan yang membesar cepat dengan cairan kekuningan, sedangkan bercak daun biasa cenderung berukuran kecil, kering, dan meluas sangat lambat.

Apakah virus mosaik talas bisa disembuhkan dengan semprotan?

Tidak bisa. Penyakit virus tidak dapat disembuhkan dengan bahan kimia. Tanaman yang terinfeksi harus dicabut dan dimusnahkan agar tidak menulari tanaman lain.

Lebih lanjut tentang Talas

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.