Penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri Erwinia juga sering melanda lahan talas dengan drainase buruk. Dalam waktu 3 sampai 5 hari setelah tergenang air hujan, pangkal pelepah tanaman bisa membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Petani sering kali terlambat menyadari serangan ini karena gejala awal hanya terlihat seperti daun layu biasa di siang hari.
Selain jamur dan bakteri, serangan virus mosaik talas yang ditularkan oleh vektor kutudaun dapat memangkas laju fotosintesis hingga 30%. Tanaman yang terinfeksi virus akan mengalami kerdil permanen dan pembentukan umbi menjadi tidak optimal. Rotasi tanaman dan penggunaan bibit sehat menjadi langkah krusial untuk memutus siklus hidup vektor penyakit ini.
Pencegahan dan pengendalian terpadu harus diterapkan secara konsisten sepanjang musim hujan. Pengaturan jarak tanam ideal 75 cm x 75 cm, pembuatan guludan setinggi 30 hingga 40 cm, serta pemberian agens hayati seperti Trichoderma spp. pada media tanam terbukti efektif menekan perkembangan patogen tular tanah secara signifikan.





