Talas, Cara Menanam Talas dari Awal sampai Panen untuk Hasil Melimpah
Daniel Dan / Pexels

Cara Menanam Talas dari Awal sampai Panen untuk Hasil Melimpah

Panduan praktis budidaya talas secara lengkap mulai dari pemilihan bibit, pengolahan tanah, perawatan harian, hingga masa panen tiba.

Jawaban singkat

Talas (Colocasia esculenta) merupakan tanaman pangan lokal unggulan di Indonesia yang dapat ditanam sepanjang tahun, baik pada lahan sawah basah maupun lahan kering atau tegalan. Untuk hasil optimal, pilihlah lokasi yang mendapat paparan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari dengan tanah gembur ber-pH 5,5 hingga 6,5. Pengolahan tanah dilakukan dengan membajak tanah setebal 20 hingga 30 cm, lalu campurkan pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar atau sekitar 1 sampai 1,5 kg per lubang tanam dua minggu sebelum penanaman.

Ringkas: Talas

Cahaya
Sinar matahari penuh
Penyiraman
Tinggi, menyukai tanah basah dan lembap
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pastikan ketersediaan air terjaga terutama pada awal pertumbuhan.

Pemilihan bibit berkualitas sangat menentukan produktivitas umbi di akhir masa tanam. Gunakan anakan atau pemotongan umbi bagian atas sepanjang 20 cm yang sehat dan bebas dari serangan hama atau penyakit. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antar bedengan 40 cm. Jarak tanam ideal untuk talas adalah 75 cm x 75 cm atau 60 cm x 90 cm dengan kedalaman lubang tanam 10 sampai 15 cm, kemudian tanam bibit tegak lurus dan padatkan tanah di sekitarnya.

Pembudidayaan talas membutuhkan pasokan air yang konsisten, terutama pada 3 bulan pertama masa pertumbuhan vegetatif. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari, sedangkan pada musim hujan pastikan drainase bedengan lancar agar tidak terjadi genangan yang memicu pembusukan umbi. Penyiangan gulma dan pembumbunan tanah di sekitar rumpun dilakukan secara berkala pada umur 30, 60, dan 90 hari setelah tanam sekaligus untuk merangsang pembentukan umbi yang lebih besar.

Talas umumnya siap dipanen pada umur 6 hingga 9 bulan setelah tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. Tanda-tanda talas siap panen ditunjukkan oleh daun tua yang mulai menguning, mengering, dan sebagian besar daun gugur hingga tersisa 2 atau 3 daun muda. Pemanenan dilakukan dengan membongkar tanah secara perlahan menggunakan cangkul pada jarak 20 cm dari pangkal batang agar umbi tidak terluka, lalu angkat rumpun dan bersihkan dari sisa tanah yang menempel.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengolahan tanah kedalaman 30 cm, buat bedengan setinggi 30 cm, dan berikan pupuk kandang matang 1,5 kg per lubang tanam dua minggu sebelum tanam.
  2. Pilih bibit berupa anakan atau pucuk umbi sepanjang 20 cm yang sehat dan bebas dari spora jamur atau hama.
  3. Tanam bibit pada kedalaman 10 hingga 15 cm dengan jarak tanam 75 cm x 75 cm pada pagi atau sore hari, lalu padatkan tanah dan siram hingga lembap.
  4. Lakukan penyiraman rutin, penyiangan gulma, dan penimbunan tanah ke pangkal batang (pembumbunan) setiap bulan sekali hingga umur 3 bulan.
  5. Panen umbi pada umur 6 hingga 9 bulan saat sebagian besar daun menguning dengan membongkar tanah di sekitar rumpun secara hati-hati.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama tanaman talas bisa dipanen sejak ditanam?

Talas umumnya dapat dipanen antara umur 6 hingga 9 bulan setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi lahan.

Mengapa umbi talas kadang terasa gatal saat dikonsumsi?

Rasa gatal disebabkan oleh kandungan kristal kalsium oksalat. Hal ini dapat dihilangkan dengan merebus, mengukus, atau merendamnya dalam air garam sebelum dimasak.

Apakah talas bisa ditanam di dalam polibag?

Bisa, gunakan polibag berukuran minimal diameter 40 cm dengan media tanah gembur dan kompos berbanding satu banding satu.

Bagaimana cara membedakan talas yang siap panen dengan yang belum?

Talas siap panen ditandai dengan daun yang menguning, mengering, dan tersisa 2 hingga 3 helai daun muda saja di bagian tengah.

Apakah talas membutuhkan banyak air selama pertumbuhan?

Ya, talas butuh kelembapan tinggi terutama pada 3 bulan pertama, namun tanah tidak boleh tergenang terus-menerus agar umbi tidak membusuk.

Lebih lanjut tentang Talas

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.