Pemilihan bibit berkualitas sangat menentukan produktivitas umbi di akhir masa tanam. Gunakan anakan atau pemotongan umbi bagian atas sepanjang 20 cm yang sehat dan bebas dari serangan hama atau penyakit. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antar bedengan 40 cm. Jarak tanam ideal untuk talas adalah 75 cm x 75 cm atau 60 cm x 90 cm dengan kedalaman lubang tanam 10 sampai 15 cm, kemudian tanam bibit tegak lurus dan padatkan tanah di sekitarnya.
Pembudidayaan talas membutuhkan pasokan air yang konsisten, terutama pada 3 bulan pertama masa pertumbuhan vegetatif. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari, sedangkan pada musim hujan pastikan drainase bedengan lancar agar tidak terjadi genangan yang memicu pembusukan umbi. Penyiangan gulma dan pembumbunan tanah di sekitar rumpun dilakukan secara berkala pada umur 30, 60, dan 90 hari setelah tanam sekaligus untuk merangsang pembentukan umbi yang lebih besar.
Talas umumnya siap dipanen pada umur 6 hingga 9 bulan setelah tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. Tanda-tanda talas siap panen ditunjukkan oleh daun tua yang mulai menguning, mengering, dan sebagian besar daun gugur hingga tersisa 2 atau 3 daun muda. Pemanenan dilakukan dengan membongkar tanah secara perlahan menggunakan cangkul pada jarak 20 cm dari pangkal batang agar umbi tidak terluka, lalu angkat rumpun dan bersihkan dari sisa tanah yang menempel.





